Mobil Listrik Neta Menghadapi Kesulitan Ekonomi
Jakarta, PANGKEP NEWS – Produsen kendaraan listrik asal China, Neta, yang baru saja memasuki pasar Indonesia, kini menghadapi krisis keuangan yang serius.
Berdasarkan laporan dari Reuters yang diangkat oleh Detik Oto, pemilik merek Neta, Zhejiang Hozon New Energy Automobile, mengungkapkan bahwa mereka berada di ambang kebangkrutan. Informasi ini juga disampaikan oleh media lokal China, CCTV.
Beberapa showroom Neta di Shanghai, China, dilaporkan telah ditutup.
“Menurut platform pengungkapan kebangkrutan perusahaan nasional China, seorang kreditor bulan lalu telah mengajukan petisi kebangkrutan terhadap perusahaan tersebut,” dilaporkan oleh Reuters dari Detik Oto, dikutip Jumat (27/6/2025).
Menurut berita dari Thailand, The Nation, seorang kreditor, Shanghai Yuxing Advertising, telah mengajukan petisi kebangkrutan terhadap Hozon. Kreditor ini menyatakan bahwa biaya pencetakan pameran yang belum terbayar menjadi alasan utama.
Kehadiran Neta di Indonesia
Pasar kendaraan listrik di Indonesia sangat kompetitif. Terbaru, brand otomotif asal China, Neta, secara resmi menutup diler mereka di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Penutupan ini mengagetkan karena diler tersebut adalah yang pertama bagi Neta di Indonesia dan baru beroperasi sekitar 1,5 tahun sejak 9 November 2023.
“Diler ini resmi ditutup pada April 2025,” ujar Brand PR & Digital Manager Neta Auto Indonesia, Frietz F Roboth kepada PANGKEP NEWS, Selasa (29/4/2025).
Frietz menyatakan bahwa penyesuaian operasional dealer NETA NEV Kelapa Gading adalah bagian dari strategi bisnis yang telah dipertimbangkan dengan matang.
“Keputusan ini adalah hasil dari kesepakatan bersama antara kedua belah pihak, dengan mempertimbangkan kepentingan pelanggan dan kesinambungan layanan purna jual ke depannya,” jelas Frietz.
Diler tersebut menyediakan fasilitas Stasiun Pengisian Cepat Arus Searah (DC) dengan daya 47 KW, yang memungkinkan pengguna mobil listrik NETA untuk mengisi daya dari 30 hingga 80 persen dalam waktu 30 menit.
“Keputusan ini tidak mengurangi komitmen NETA Auto Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia. Kami tetap berkomitmen untuk menyediakan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia serta memperkuat kehadiran kami secara nasional,” tambahnya.
Area diler pertama Neta ini seluas 1.628 meter persegi, tidak hanya menyediakan layanan transaksi pembelian unit, pemeriksaan dan perbaikan kendaraan, serta pembelian suku cadang dan aksesori, tetapi juga memiliki fasilitas bengkel lengkap seperti 6 Maintenance Bay, Hydraulic Battery Lifter, Insulated Tools, Special Diagnostic Instrument, dan Motor and reducer disassembly lift.
“Kami juga menegaskan bahwa semua manfaat dan hak konsumen, termasuk garansi kendaraan, layanan Bantuan Jalan Darurat (ERA), layanan Home Service, serta akses terhadap riwayat servis kendaraan, akan tetap berlaku sepenuhnya tanpa pengecualian. Pelanggan dapat melanjutkan semua layanan tersebut melalui dealer resmi NETA di mana saja,” ujar Frietz.
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil Neta di Indonesia pada periode Januari-Maret 2025 tidak menggembirakan, dengan hanya 198 unit terjual, dan hanya 55 unit pada bulan Maret.
Sementara itu, di China, PHK juga terjadi di kalangan pegawai Neta. Dilaporkan oleh Car News China, sekitar 200 karyawan telah menandatangani surat pengunduran diri dari total 1.700 tenaga kerja, akibat penurunan penjualan mobil listrik Neta.