BlackRock dan Michael Saylor: Siapa yang Menguasai Bitcoin Terbanyak di Dunia?
Jakarta – Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan pada harga US$108.585, mengalami kenaikan sebesar 3,1% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kisaran harga harian dari mata uang kripto ini berkisar antara US$106.615 hingga mencapai puncak di US$108.785. Pemulihan ini memberikan harapan baru bagi para investor BTC dan mungkin menjadi awal dari fase penemuan harga baru. Saat ini, BTC membidik target harga US$110.500, dengan beberapa trader memperkirakan harga bisa mencapai antara US$170.000 hingga US$230.000 dalam siklus mendatang.
Dengan target yang mengesankan ini, siapakah institusi yang menguasai BTC terbanyak di dunia saat ini?
Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, dan BlackRock saat ini merupakan pemegang Bitcoin institusional terbesar yang diketahui, dengan keduanya bersaing ketat dalam hal kepemilikan.
BlackRock, sebagai pengelola aset terbesar di dunia dengan lebih dari US$11 triliun dalam pengelolaannya, telah menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT). Pada 18 Juni 2025, IBIT memiliki lebih dari 567.000 BTC, dengan nilai sekitar US$47,8 miliar, yang setara dengan sekitar 2,7% dari total pasokan Bitcoin yang ada.
Jika dibandingkan, IBIT lebih besar dari MicroStrategy dan Coinbase dalam hal kepemilikan Bitcoin. Namun, karena IBIT adalah dana yang dikelola oleh BlackRock, kepemilikan ini lebih bersifat kolektif dan tidak dimiliki langsung oleh individu tertentu.
Michael Saylor, melalui perusahaan yang kini dikenal sebagai Strategy (sebelumnya MicroStrategy), adalah individu yang paling banyak mengakumulasi Bitcoin.
Hingga 18 Juni 2025, Strategy memiliki sekitar 592.100 BTC, dengan nilai sekitar US$41,84 miliar. Saylor memulai akumulasi Bitcoin pada tahun 2020 dan telah menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan perbendaharaan Bitcoin dengan strategi pendanaan melalui penerbitan saham dan utang.
Penting untuk dicatat bahwa kedua institusi ini memiliki pendekatan yang berbeda.
Strategy beroperasi sebagai strategi perbendaharaan perusahaan, dengan CEO Michael Saylor menempatkan Bitcoin sebagai aset utama perusahaan dan menggunakan berbagai metode pembiayaan untuk memperoleh lebih banyak lagi.
Baru-baru ini, perusahaan meluncurkan saham preferen ketiga yang didukung Bitcoin, STRD, di Nasdaq guna mengumpulkan tambahan US$250 juta untuk pembelian Bitcoin lebih lanjut.
Sebaliknya, BlackRock mengakumulasi Bitcoin melalui struktur dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), mengumpulkan modal investor untuk membangun posisi yang besar. Perusahaan ini bercita-cita menjadi pengelola aset digital terkemuka di dunia pada tahun 2030, dengan tujuan mengelola setidaknya US$50 miliar dalam kripto dalam waktu lima tahun.
PANGKEP NEWS RESEARCH