Jakarta, PANGKEP NEWS
CEO Boeing, Kelly Ortberg, telah memutuskan untuk tidak menghadiri Paris Air Show yang akan berlangsung minggu depan. Acara ini merupakan salah satu pertemuan besar dalam industri penerbangan.
Keputusan ini diambil karena Ortberg ingin memusatkan perhatian pada penyelidikan terkait kecelakaan Air India. Insiden tersebut melibatkan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang baru berusia 11 tahun.
“Kami menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga korban dari Air India Penerbangan 171 dan semua pihak yang terkena dampak di wilayah barat India,” ungkap Ortberg dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh AFP, Jumat (13/6/2025).
Ortberg menjelaskan bahwa dia bersama wakil presiden eksekutif, Stephanie Pope, telah menjalin komunikasi dengan pimpinan Air India untuk memberikan dukungan sepenuhnya. Ortberg juga mengungkapkan bahwa dia telah berdiskusi dengan ketua Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (AS) dan berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya proses investigasi yang sedang berlangsung.
“Boeing juga mendukung investigasi yang dilakukan oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India, yang memimpin penyelidikan tersebut,” tambahnya.
“Keselamatan adalah landasan industri kami dan menjadi inti dari semua yang kami lakukan. Para ahli teknis kami siap membantu penyelidik untuk memahami situasi, dan tim Boeing siap untuk diberangkatkan ke India,” tambah Ortberg.
“Saat industri bersiap menyambut Paris Air Show, Stephanie dan saya memutuskan untuk tidak hadir agar dapat bersama tim kami dan memfokuskan pada pelanggan serta penyelidikan,” tutur Ortberg.
Insiden kecelakaan Air Asia yang gagal lepas landas pada Kamis siang kembali menyorot perhatian dunia kepada Boeing. Ini adalah kecelakaan pertama yang melibatkan pesawat 787 Dreamliner, pesawat andalan Boeing untuk penerbangan jarak jauh.
Penerbangan Air India yang menuju London menghantam kawasan permukiman di kota Ahmedabad, India. Hingga saat ini, kecelakaan tersebut telah merenggut nyawa setidaknya 265 orang, baik di dalam pesawat maupun di darat, di mana pesawat tersebut menabrak sebuah asrama mahasiswa.