Pengusaha Mal: Batas Tenant Restoran Penting untuk Keseimbangan
Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, sektor makanan dan minuman atau food and beverage (FnB) seperti restoran telah menjadi elemen penting bagi pusat perbelanjaan atau mal. Namun demikian, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa manajemen mal harus menjaga keseimbangan dan tidak menarik terlalu banyak restoran.
“Tenant FnB sebaiknya tidak lebih dari 30-40% karena jika terlalu banyak restoran atau FnB, mal tidak dapat mempertahankan lalu lintas pengunjung yang stabil dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Oleh karena itu, proporsi yang ideal adalah antara 30-40%,” jelasnya kepada PANGKEP NEWS, Selasa (15/7/2025).
Manajemen pusat perbelanjaan perlu cermat dalam mengelola tenant yang keluar masuk untuk memastikan lalu lintas pengunjung tetap stabil. Tenant yang tidak memperpanjang kontrak dapat digantikan dengan tenant baru yang memiliki potensi untuk menarik lebih banyak pengunjung.
“Mal, terutama yang menengah ke bawah, banyak melakukan perubahan dalam komposisi tenant mereka. Penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak ada kategori yang terabaikan. Oleh karena itu, tenant dipilih berdasarkan tren yang sedang naik,” ujar Alphonzus.
Strategi ini banyak diterapkan oleh manajemen pusat perbelanjaan di Pulau Jawa dan Jabodetabek. Sebaliknya, di luar Pulau Jawa, situasinya lebih stabil.
“Sebetulnya, di Jawa lebih banyak perubahan. Di luar Jawa, daya beli masyarakat menengah ke bawah lebih stabil karena mengandalkan sumber daya alam yang lebih konstan. Banyak rekan pusat perbelanjaan yang stabil di luar Jawa,” tambah Alphonzus.
Mal baru yang dibuka juga memberikan kontribusi dengan menarik lebih banyak pengunjung, sering kali dengan menghadirkan konsep yang lebih segar.
“Beberapa mal baru telah dibuka, termasuk di daerah-daerah baru. Fokus utama adalah program yang diinisiasi oleh manajemen dan peritel untuk menghadapi musim sepi, dengan kontribusi dari mal baru yang lebih banyak melalui program-program yang dibuat,” tutup Alphonzus.