Rahasia Panjang Umur Tanpa Pengaruh Genetik, Menurut Pakar AS
Jakarta, PANGKEP NEWS – Siapa yang tidak ingin mencapai usia hingga 90-an tahun dengan tetap sehat dan energik? Menurut Eric Topol, seorang ahli kesehatan dari Amerika Serikat, kunci hidup sehat di masa tua bukanlah faktor genetik, melainkan gaya hidup yang kita jalani.
Dalam buku terbarunya, Super Agers: An Evidence-Based Approach to Longevity, Topol membagikan hasil penelitiannya selama hampir dua dekade terhadap 1.400 orang lanjut usia yang sehat tanpa penyakit jantung, kanker, atau gangguan otak seperti alzheimer. Dari analisis genom mereka, tidak ditemukan faktor genetik dominan yang menjelaskan usia panjang mereka.
“Ini bukan soal gen,” jelas Topol, yang juga merupakan direktur pendiri Scripps Research Translational Institute.
Olahraga Jadi Kunci Utama
Topol menekankan pentingnya olahraga. Sebelumnya, ia hanya fokus pada latihan aerobik, tetapi sekarang ia juga melakukan latihan kekuatan dan keseimbangan. “Perbedaannya luar biasa. Saya lebih kuat dan bugar,” ujarnya.
Ia menyarankan memulai dari aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dan menambah tantangan dengan tanjakan dan kecepatan. Untuk melatih tubuh bagian atas, gunakan resistance band, dan untuk keseimbangan, coba berdiri dengan satu kaki.
Tidur Berkualitas, Bukan Sekadar Lama
Topol juga menyoroti pentingnya tidur berkualitas. Sistem glimfatik membantu membersihkan ‘limbah’ dari otak saat tidur. Ia kini lebih disiplin dengan jadwal makan dan tidur, menghindari makan besar atau tidur larut malam.
Pola Makan Bersih dan Rendah Olahan
Dalam hal pola makan, Topol menghindari daging merah dan lebih memilih ikan serta makanan nabati. Ia menghindari makanan ultra-olahan dan menambah asupan protein seiring bertambahnya usia dan latihan kekuatan.
Suplemen, Alkohol, dan Stres
Topol skeptis terhadap suplemen, kecuali jika terdapat kekurangan spesifik seperti vitamin D. Ia membatasi konsumsi alkohol dan menjaga kesehatan mental melalui olahraga dan aktivitas di alam terbuka.