Jakarta – Gen Z Semakin Ragu Melanjutkan Kuliah
Gen Z saat ini semakin bimbang dalam meneruskan pendidikan ke jenjang kuliah, terutama dengan maraknya PHK yang kian mengkhawatirkan dan tantangan dalam mendapatkan pekerjaan di kantor. Banyak dari mereka bahkan merasa menyesal telah menginvestasikan waktu dan uang untuk meraih gelar yang ternyata tidak menjamin masa depan karier yang cerah.
Sebuah laporan dari 2025 Gen Z Career Prospects Report menyebutkan bahwa hampir seperempat pekerja Gen Z (23%) mengaku menyesal telah mengejar pendidikan tinggi. Selain itu, hampir seperlima (19%) menyatakan bahwa gelar yang dimiliki sama sekali tidak membantu dalam perjalanan karier mereka.
Nilai sebuah gelar sangat dipengaruhi oleh bidang studi yang dipilih. Lulusan dari jurusan STEM dan kesehatan merasakan dampak paling signifikan dari pendidikan mereka, dengan 87% menyatakan gelar mereka bermanfaat dalam karier. Namun, untuk lulusan seni, humaniora, atau ilmu sosial, angka tersebut menurun drastis menjadi hanya 51%.
Jika diberi kesempatan untuk mengulang, banyak pekerja Gen Z mengatakan mereka akan memilih jalur yang berbeda. Beberapa akan memilih jurusan yang lebih menjanjikan seperti teknologi atau keuangan. Sementara itu, yang lain akan menghindari gelar yang mahal dan memilih sekolah vokasi, kuliah yang lebih terjangkau, atau langsung memulai usaha sendiri.
Namun, tidak semua Gen Z menyesali keputusan mereka. Sekitar sepertiga (32%) merasa puas dengan jalur pendidikan yang mereka tempuh, dan tingkat kepuasan cenderung meningkat seiring dengan tingginya jenjang pendidikan yang dicapai.
Mereka yang telah meraih gelar magister menjadi kelompok yang paling puas secara keseluruhan, meskipun mereka juga yang paling banyak menyesal tidak memilih sekolah yang lebih terjangkau.
Sebuah tren menarik dari laporan ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya bergantung pada satu pekerjaan. Sebanyak 58% responden menyatakan memiliki pekerjaan sampingan selain pekerjaan utama, dan 25% lainnya sedang mempertimbangkan untuk memiliki satu pekerjaan tambahan.
Baik untuk memenuhi kebutuhan hidup, menyalurkan minat, atau membangun sesuatu untuk masa depan, pekerjaan sampingan kini menjadi bagian penting dalam strategi karier Gen Z.
Menariknya, pekerjaan sampingan lebih umum di kalangan Gen Z dengan jenjang pendidikan formal yang lebih rendah. Hampir dua pertiga dari mereka yang memiliki gelar diploma mengatakan mereka menjalani pekerjaan sampingan, dibandingkan dengan sedikit lebih dari setengah dari mereka yang memiliki gelar sarjana atau magister.
Walaupun mayoritas pekerja Gen Z telah menempuh pendidikan tinggi, banyak yang mulai mempertanyakan apakah keputusan tersebut tepat atau bahkan menguntungkan. Fakta ini menggambarkan kenyataan pahit bahwa mencari pekerjaan kini semakin sulit, bahkan untuk mereka yang merupakan lulusan perguruan tinggi.