CIA Terbuka Merekrut Warga China, Beijing Marah
Jakarta – Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) secara terang-terangan merekrut warga China. Perekrutan ini dilakukan melalui iklan yang membuat pemerintah China berang.
Menurut laporan, pemerintah China mengutuk keras iklan tersebut karena dianggap sebagai provokasi politik yang jelas. Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menyatakan bahwa melalui iklan tersebut, AS tidak hanya merusak reputasi dan menyerang China, tetapi juga secara terbuka menipu dan memengaruhi personel China untuk menyerah, bahkan secara langsung menargetkan pejabat pemerintah China.
Seperti yang diketahui, CIA telah menyebarkan iklan melalui beberapa video rekrutmen yang secara eksplisit menyasar pejabat China. Namun, Direktur CIA, John Ratcliffe, mengungkapkan bahwa video-video tersebut adalah salah satu keahliannya.
Otoritas Beijing menilai bahwa Washington menggunakan berbagai cara curang untuk mencuri informasi rahasia, mencampuri urusan dalam negeri, dan melemahkan kekuatan politik negara-negara lain.
Video yang dirilis oleh CIA di media sosial dianggap sebagai pengakuan diri lainnya dengan bukti kuat tentang aktivitas tersebut. China mengutuk keras tindakan ini.
Ketegangan antara AS dan China dalam hal spionase memang sudah berlangsung lama. Sebelumnya, pihak keamanan Beijing mengklaim bahwa tiga agen rahasia AS terlibat dalam serangan siber selama Asian Winter Games di Harbin bulan Februari lalu.
Pada bulan Maret, Kementerian Keamanan Negara China menyatakan bahwa seorang mantan insinyur dihukum mati karena membocorkan rahasia negara kepada kekuatan asing yang tidak disebutkan namanya.
Pemerintah Beijing menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menindak tegas segala aktivitas penyusupan dan sabotase oleh kekuatan asing yang anti-China.
China berkomitmen untuk menjaga kedaulatan nasional, pembangunan, dan kepentingan keamanan secara tegas.