Citigroup Dihadapkan pada Gugatan Rp16,5 Triliun Akibat Pemberian Kredit ke Perusahaan Minyak
Jakarta, PANGKEP NEWS — Citigroup Inc kini berhadapan dengan tuntutan hukum sehubungan dengan dugaan kerugian lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,5 triliun, yang berasal dari partisipasinya dalam skandal penipuan besar di Oceanografia, sebuah perusahaan jasa minyak dan gas asal Meksiko yang telah bangkrut.
Menurut laporan Reuters, keputusan tersebut diumumkan oleh tiga hakim panel di Pengadilan Banding Sirkuit ke-11 Amerika Serikat yang berlokasi di Miami pada hari Kamis, (8/4/2025).
Para hakim menyatakan bahwa 30 vendor, kreditur, dan pemegang obligasi Oceanografia berhasil menyampaikan tuduhan bahwa Citigroup berperan signifikan dalam membantu tindakan penipuan itu. Mereka juga menyatakan bahwa hakim pengadilan tingkat pertama melakukan kesalahan saat menolak gugatan yang telah diajukan sejak sembilan tahun lalu.
Juru bicara Citigroup, Danielle Romero-Apsilos, enggan mengomentari putusan ini. Sementara itu, pengacara penggugat, Juan Morillo, menyatakan bahwa klien-kliennya merasa lega dengan keputusan tersebut.
Gugatan ini bermula dari operasi Banamex, unit Citigroup di Meksiko, yang memberikan dana talangan kepada Oceanografia dan menerima pembayaran bunga dari dana tersebut. Oceanografia sendiri adalah penyedia jasa pengeboran untuk perusahaan minyak milik negara Meksiko, Pemex.
Para penggugat, yang terdiri dari perusahaan pelayaran, leasing, dana investasi, dan Rabobank dari Belanda, menuduh bahwa Citigroup tetap menyalurkan dana sebesar US$3,3 miliar atau sekitar Rp 54,54 triliun ke Oceanografia antara tahun 2008 hingga 2014, meskipun Oceanografia diketahui telah memiliki utang berlebih dan memalsukan tanda tangan Pemex dalam dokumen otorisasi.
Citigroup kemudian menemukan sekitar US$ 430 juta dari dana talangan tersebut terkait dengan penipuan, dan pada tahun 2018, dikenai denda US$4,75 juta oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) karena lemahnya pengendalian internal di Banamex.
Mantan CEO Citigroup, Michael Corbat, menyebut bahwa pihaknya telah memecat 12 karyawan, sementara otoritas Meksiko menyatakan bahwa 10 pegawai bank bertanggung jawab secara pidana.
Dalam putusan setebal 82 halaman, Hakim Britt Grant menyatakan bahwa ada cukup bukti bahwa Citigroup dengan sengaja menyembunyikan informasi penting terkait Oceanografia dari para penggugat. Ia juga menambahkan bahwa keuntungan bunga menjadi insentif finansial bagi Citigroup untuk tetap terlibat.
“Citigroup adalah salah satu lembaga keuangan paling canggih di dunia, dan sulit dipercaya jika mereka tidak menyadari aktivitas Oceanografia, bila tuduhan para penggugat memang benar,” ujar Grant dalam putusannya.
Pengadilan mengembalikan kasus ini ke Hakim Distrik Darrin Gayles di Miami, yang sebelumnya telah menolak gugatan pada Agustus 2023. Kasus ini tercatat sebagai Otto Candies LLC dkk melawan Citigroup Inc di Pengadilan Banding Sirkuit ke-11 AS dengan nomor perkara 23-13152. Proses hukum lanjutan kini akan kembali berjalan di pengadilan tingkat distrik.