Indonesia dan Impor dari Israel di Tahun 2024
Jakarta – Hingga saat ini, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik langsung. Meski demikian, perdagangan antara kedua negara tetap berlangsung melalui pihak ketiga. Pada 2024, nilai total impor Indonesia dari Israel tercatat mencapai US$ 54,2 juta, yang merupakan 0,000023% dari total ekspor Indonesia pada tahun yang sama, yaitu US$ 233,66 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, ketika masih menjabat sebagai Plt pada Januari 2025, menyatakan bahwa Israel bukan merupakan mitra dagang utama bagi Indonesia, sehingga nilai impornya relatif kecil. Impor dari Israel selama tahun tersebut didominasi oleh lima kelompok komoditas. Yang pertama adalah mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya, atau HS84, dengan nilai impor mencapai US$ 33,9 juta.
Di posisi kedua terdapat mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, atau yang tergolong HS85, dengan nilai US$ 8 juta. Sementara, peringkat ketiga diisi oleh perkakas dan peralatan dari logam tidak mulia, atau HS82, dengan nilai US$ 4,1 juta. Untuk peringkat keempat dan kelima, BPS tidak merinci lebih lanjut karena nilai impornya dianggap terlalu kecil. Amalia juga menyebutkan bahwa ada beberapa produk lain seperti optik, fotografi, sinematografi, dan produk farmasi yang jumlahnya kecil-kecil.