Negara-Negara dengan Armada Tank Terbanyak: Termasuk India dan Pakistan!
Jakarta – Ketegangan geopolitik antar negara saat ini menjadi salah satu risiko global yang perlu diperhatikan. Dalam beberapa tahun terakhir, konflik telah terjadi di Rusia-Ukraina, Timur Tengah, dan kini juga meluas ke wilayah India-Pakistan.
Oleh karena itu, menilai kekuatan militer negara-negara ini, terutama dari jumlah tank yang dimiliki, menjadi penting.
Menurut data Global Firepower tahun 2025, China memimpin dunia dengan jumlah armada tank tempur yang mencapai 6.800 unit, disusul oleh Rusia dengan 5.750 unit dan Amerika Serikat dengan 4.640 unit.
Ketiga negara ini menunjukkan dominasi dalam kekuatan darat global, masing-masing mengandalkan tank utama seperti Type 99, T-14 Armata, dan M1A2 Abrams.
Di posisi keempat dan kelima, terdapat Korea Utara dan India, masing-masing memiliki lebih dari 4.000 tank, menandakan peran penting kekuatan darat dalam strategi pertahanan mereka.
Negara-negara lain seperti Mesir, Pakistan, Turki, Korea Selatan, dan Iran juga memiliki armada tank yang besar, berkisar antara 1.700 hingga 3.600 unit. Tank-tank utama yang digunakan bervariasi, termasuk Ramses II oleh Mesir, Haider oleh Pakistan, Altay oleh Turki, K2 Black Panther oleh Korea Selatan, dan Karrar oleh Iran.
Kehadiran negara-negara ini dalam daftar menunjukkan bahwa kekuatan militer darat tidak hanya didominasi oleh negara-negara besar, tetapi juga oleh negara-negara regional yang aktif memperkuat kemampuan tempurnya.
Di luar sepuluh besar, beberapa negara di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara juga mempertahankan armada tank yang cukup besar. Aljazair, Yordania, dan Vietnam masing-masing memiliki lebih dari 1.300 unit, sementara Yunani dan Israel mempertahankan lebih dari 1.200 unit.
Negara-negara seperti Ukraina, Irak, Maroko, Taiwan, dan Arab Saudi melengkapi daftar 20 besar dengan kekuatan tank yang tetap relevan dalam menghadapi potensi konflik regional. Data ini mencerminkan bagaimana tank tempur masih menjadi elemen penting dalam strategi militer di berbagai belahan dunia.
PANGKEP NEWS RESEARCH