Danantara Klarifikasi Rumor Kerja Sama SEZ dengan Sentul City (BKSL)
Jakarta, PANGKEP NEWS – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan klarifikasi terkait rumor kerja sama dengan PT Sentul City Tbk (BKSL) dalam pengembangan zona ekonomi khusus (SEZ) di sektor kesehatan.
Chief Investment Officer (CEO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menekankan bahwa saat ini tidak ada perjanjian resmi antara kedua belah pihak seperti yang diberitakan.
"Oleh karena itu, informasi yang beredar tersebut tidak akurat dan merupakan interpretasi pihak ketiga berdasarkan analisis pasar, bukan pengumuman resmi dari Danantara Indonesia," sebagaimana dinyatakan dalam keterangan resmi pada hari Senin, (11/9/2025).
Sebagai entitas pengelola dana investasi negara, Pandu menekankan bahwa setiap rencana investasi strategis di Danantara Indonesia dikelola melalui proses tata kelola yang ketat dan kajian kelayakan yang komprehensif.
Ini mencakup evaluasi kebutuhan nasional, kesesuaian dengan kebijakan pemerintah, analisis manfaat ekonomi dan sosial, serta uji kelayakan finansial dan risiko. Semua proses ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap proyek yang diambil memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.
Danantara Indonesia memiliki mandat untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional yang secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, dan pemerataan pembangunan. Fokus ini mencakup berbagai sektor prioritas, termasuk pengembangan infrastruktur kesehatan, energi, transportasi, dan teknologi, yang semuanya dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
"Kami berkomitmen untuk menyampaikan setiap perkembangan penting melalui saluran resmi pada waktu yang tepat, sehingga publik dan pemangku kepentingan mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya," kata Pandu.
Diketahui, harga saham BKSL menurun 4,32% ke harga Rp156 per saham pada pukul 15.29 WIB. Dalam sebulan terakhir, saham BKSL telah naik 21,8%, sementara dalam enam bulan, saham tersebut melonjak 188,89%.