Danantara dan INA Siapkan Investasi Rp 13 Triliun untuk Chandra Asri
Jakarta, PANGKEP NEWS — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Indonesia Investment Authority (INA) telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group).
Kesepakatan ini mencakup rencana Danantara dan INA untuk menggelontorkan modal ke proyek pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang dimiliki oleh emiten Prajogo Pangestu.
Nilai investasi dari kolaborasi ini diperkirakan mencapai US$800 juta atau sekitar Rp 13,03 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.290). Kerja sama ini dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen bersama dari para pihak untuk memperkuat ketahanan industri Indonesia, mengurangi ketergantungan impor bahan baku kimia hulu utama, serta memajukan agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang di Tanah Air.
Pandu Sjahrir, CIO Danantara, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat pasokan bahan baku industri penting dalam negeri dan memperluas basis ekspor Indonesia.
Partisipasi Danantara Indonesia menunjukkan komitmen jangka panjang untuk berinvestasi dalam sektor-sektor dasar yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan nilai tambah industri. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Pabrik CA-EDC ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Sektor kimia berperan penting dalam mendukung rantai nilai utama, mulai dari manufaktur hingga transisi energi, terutama dalam pemrosesan nikel dan pemurnian alumina. Investasi ini memperkokoh ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor pada produk-produk penting seperti soda api dan Ethylene Dichloride. Di Danantara Indonesia, kami menyambut mitra global yang memegang visi serupa untuk membangun ekosistem industri yang tangguh dan bernilai tinggi di ekonomi Asia yang dinamis,” ujar Pandu, mengutip pernyataan resmi, Selasa (17/6/2025).
Produksi Ethylene Dichloride dari pabrik tersebut akan diekspor, memberikan potensi devisa hingga Rp 5 triliun per tahun. Pabrik ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor soda api, dengan proyeksi penghematan mencapai Rp 4,9 triliun per tahun.
“Kehadiran Danantara Indonesia dan INA menegaskan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan industri kimia Indonesia. Melalui kemitraan ini, kami membangun fondasi kuat untuk mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Presiden Direktur Chandra Asri Group, Erwin Ciputra.