Penutupan Diler Honda di Indonesia, Ini Tanggapan Manajemen
Jakarta, PANGKEP NEWS – Sektor otomotif di Indonesia menunjukkan penurunan, terlihat dari penutupan sejumlah diler. Seperti yang terjadi pada Honda, yang mulai menutup beberapa dilernya di tengah gempuran merek baru dalam beberapa tahun terakhir.
Yusak Billy, Direktur Sales, Marketing, dan After Sales PT Honda Prospect Motor (HPM), memberikan penjelasan mengenai penutupan diler tersebut.
“Sejumlah diler memang memilih untuk menghentikan operasionalnya berdasarkan pertimbangan internal masing-masing. Bagi kami di HPM, yang paling penting adalah konsumen tetap mendapatkan pelayanan terbaik, dengan jaringan yang cepat diakses, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya kepada PANGKEP NEWS pekan lalu, dikutip Kamis (29/5/2025).
Saat ini, diler Honda Pasteur telah tutup permanen. Sebelumnya, Honda di Jemursari Surabaya juga menghentikan operasinya. Billy menegaskan, meskipun diler-diler ini tutup, Honda tetap melayani pelanggan mereka.
“Oleh karena itu, kami terus berfokus mengembangkan jaringan di wilayah yang belum tercover dengan baik, terutama di luar Pulau Jawa agar akses terhadap produk dan layanan Honda tetap merata,” ungkap Billy.
Penutupan diler Honda diduga beralih menjadi diler dari merek lain, terutama mobil listrik asal China. Namun, ia menyatakan tidak gentar dengan banyaknya merek mobil China yang memasuki pasar otomotif nasional.
“Kami melihat persaingan sebagai bagian dari dinamika industri. Bagi Honda, kunci untuk tetap bersaing adalah dengan menghadirkan produk berkualitas, teruji, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” kata Billy.
Selain itu, ia menambahkan, kekuatan jaringan purna jual, kepercayaan konsumen, serta pengembangan teknologi seperti hybrid dan elektrifikasi menjadi dasar Honda dalam menjaga daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.