Dirjen Baru Kemenkeu Pastikan APBN Fokus pada Golongan Rentan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Saat ini, ekonomi Indonesia berada dalam risiko akibat dampak guncangan eksternal, terutama dari pelemahan ekonomi global dan konflik yang masih berlangsung.
Ketidakpastian ekonomi ini dirasakan oleh masyarakat melalui ancaman kenaikan harga barang dan PHK massal, yang paling berat menimpa golongan rentan dan miskin.
Oleh sebab itu, peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyatakan bahwa pemerintah berperan melalui APBN yang kuat dan sehat untuk menjadi penyangga dan bersifat counter cyclical.
“Kondisi global memang menantang, namun dengan APBN yang disiapkan untuk tetap tangguh, kita dapat membantu agar masyarakat tidak terdampak terlalu signifikan oleh ketidakpastian global,” ujar Febrio dalam acara PANGKEP NEWS Economic Update 2025, di Hotel Borobudur pada Rabu (18/6/2025).
Febrio menekankan bahwa ada dua kunci untuk bertahan dalam situasi ekonomi global yang kacau, yaitu ketahanan pangan dan ketahanan energi.
Menjaga ketahanan pangan sangat penting “untuk memastikan masyarakat miskin dan rentan tetap tangguh.”
Dia juga menegaskan bahwa APBN akan terus fokus mendorong pertumbuhan sektor dengan nilai tambah tinggi untuk menciptakan lapangan kerja dan memakmurkan masyarakat.
“APBN harus berpihak pada masyarakat miskin dan rentan, yang umumnya berada pada 40% terbawah,” ucap Febrio.
“Memastikan bahwa program ketahanan pangan yang juga menumbuhkan ekonomi dari bawah dinikmati oleh masyarakat, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dari desa mulai tercipta,” tambahnya.
Pernyataan Febrio dikuatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menegaskan bahwa APBN memiliki tiga fungsi utama, yaitu stabilitas, distribusi, dan alokasi.
Menurutnya, APBN harus menjadi penyangga ketika ekonomi mengalami puncak atau penurunan. Selain itu, APBN juga berfungsi sebagai counter cyclical ketika ekonomi melemah.
Oleh karena itu, peran APBN akan menjadi counter cyclical dengan meningkatkan belanja pemerintah.
“Counter cyclical dapat dilakukan secara alami, menerima penurunan penerimaan pajak karena ekonomi melemah, namun belanja dapat dipertahankan tinggi atau meningkat untuk perlindungan ekonomi,” tambahnya.