Jakarta –
Pada pagi hari ini, Jumat (23/5/2025), pemerintah akan melantik pejabat eselon 1 Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan juga akan melantik Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai yang baru.
Bimo Wijayanto disebut-sebut akan mengisi posisi Dirjen Pajak Kementerian Keuangan menggantikan Suryo Utomo. Tantangan besar menanti Bimo di masa depan, termasuk memperbaiki rasio penerimaan negara yang masih rendah.
Rasio penerimaan pajak Indonesia memang relatif rendah dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.
Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Energi dan Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa rasio pajak Indonesia adalah yang terendah di dunia. Dia menyebut rasio penerimaan pajak Indonesia hanya sekitar 12,1% dari PDB.
“Ini adalah salah satu yang terendah di dunia di antara negara-negara besar. Negara besar lainnya dengan rasio penerimaan rendah adalah Pakistan,” jelas Hashim dalam konferensi DBS Asian Insights di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Hashim mengungkapkan target Presiden Prabowo ke depannya. Saat ini, menurut Hashim, Presiden Prabowo menargetkan rasio penerimaan Indonesia dapat mencapai level yang sama seperti Kamboja, yang memiliki rasio penerimaan pajak sebesar 18% dari PDB. Bahkan, Vietnam memiliki perbandingan lebih tinggi sebesar 23%.
Hashim juga menyatakan bahwa Bank Dunia mendorong Indonesia untuk meningkatkan kinerja penerimaan pajak ini.
“Bank Dunia menyarankan bahwa tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak mencapai target, Indonesia bisa mencapai target seperti Kamboja dan Vietnam,” tegasnya.