Jakarta – Distribusi Gas Bumi Indonesia Mencapai 5.597 BBTUD
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa rata-rata penyaluran gas bumi di Indonesia hingga Juni telah mencapai 5.597,81 billion british thermal unit per day (bbtud). Jumlah tersebut terbagi untuk kebutuhan domestik sebesar 3.876,80 BBTUD dan untuk ekspor sejumlah 1.721,01 BBTUD.
Mirza Mahendra, Direktur Program Migas Kementerian ESDM, menyampaikan bahwa sektor industri masih menjadi pengguna utama gas bumi, diikuti oleh ekspor LNG. Kemudian disusul oleh industri pupuk, ekspor gas melalui pipa, pembangkit listrik, LNG domestik, lifting, LPG domestik, jaringan gas rumah tangga, dan transportasi.
“Distribusi gas rata-rata kita pada bulan Juni 2025, berdasarkan data kami, mencapai sekitar 5.597 BBTUD. Saat ini, pemerintah Indonesia fokus pada kebijakan prioritas untuk pemenuhan gas dalam negeri,” ujar Mirza dalam diskusi Menata Pasokan Gas Untuk Penguatan Transisi Energi, Selasa (5/8/2025).
Ia juga memperkirakan bahwa penggunaan gas bumi dalam negeri akan terus meningkat. Hal ini dikarenakan gas bumi berperan sebagai jembatan dalam transisi dari energi fosil ke energi bersih.
Lebih jauh, menurut Mirza, gas bumi memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan hidrokarbon lain. Selain itu, ketersediaan sumber daya gas di Indonesia cukup besar dan lebih kompetitif dari segi harga dibandingkan energi fosil lainnya.
Oleh karena itu, ia yakin bahwa pemanfaatan gas domestik akan terus mengalami peningkatan di masa depan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor gas dan lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan gas untuk kebutuhan domestik dan secara bertahap mengurangi ekspor guna mencapai ketahanan energi dan kemandirian energi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.