Jakarta – Putin Tolak Tekanan Gencatan Senjata dari Eropa
Presiden Rusia, Vladimir Putin, dilaporkan menolak tekanan dari sejumlah pemimpin Eropa untuk menerima gencatan senjata dengan Ukraina.
Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia mendesak presiden Rusia agar menyetujui gencatan senjata tanpa syarat pada hari Senin, dengan ancaman peningkatan sanksi dan aliran senjata ke Ukraina.
“Kami semua, bersama dengan AS, meminta Putin untuk menunjukkan keseriusannya terhadap perdamaian. Sekarang adalah saat yang tepat untuk membuktikannya,” ujar Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam konferensi pers bersama para pemimpin Eropa di Kyiv.
Starmer menegaskan bahwa para pemimpin menginginkan “gencatan senjata tanpa syarat, menolak syarat-syarat dari Putin, dan [menyatakan] bahwa jika dia mengabaikan perdamaian, kami akan merespons, bekerja sama dengan Presiden Trump, dan semua mitra kami untuk memperketat sanksi serta meningkatkan dukungan militer kami bagi pertahanan Ukraina guna memaksa Rusia kembali ke meja perundingan.”
Starmer, Emmanuel Macron, dan Friedrich Merz tiba di ibu kota Ukraina dengan kereta yang sama pada Sabtu pagi, sementara Donald Tusk datang dengan kereta berbeda.
Para pemimpin ini mengadakan pertemuan dengan Zelenskyy untuk membahas strategi di pusat kota Kyiv. Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Macron ke Kyiv sejak musim panas 2022, dan juga kunjungan pertama bagi Merz sebagai kanselir yang baru saja menjabat.
“Kelima pemimpin mengadakan diskusi yang produktif dengan @POTUS, memfokuskan pada upaya perdamaian,” tulis menteri luar negeri Ukraina, Andrii Sybiha, di akun Twitter-nya, disertai foto kelima pemimpin tersebut yang sedang berkumpul di sekitar telepon dalam mode pengeras suara.
Sybiha menambahkan bahwa Ukraina dan semua sekutu siap melaksanakan gencatan senjata tanpa syarat di darat, udara, dan laut setidaknya selama 30 hari mulai hari Senin.
Jika Rusia menyetujui dan pengawasan yang efektif dapat dipastikan, gencatan senjata yang berkelanjutan dan langkah-langkah membangun kepercayaan dapat membuka jalan menuju perundingan perdamaian.
Respons dari Rusia terhadap ultimatum ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang ditujukan untuk media Rusia dan jaringan televisi Barat, yang berlangsung di Kremlin pada Minggu dini hari waktu setempat.
Putin menolak seruan untuk gencatan senjata, namun menyatakan kesediaannya untuk melakukan negosiasi langsung dengan Ukraina.
Dia mengusulkan agar delegasi dari kedua negara dapat bertemu di Istanbul pada hari Kamis untuk memulai perundingan. “Kami tidak menutup kemungkinan bahwa selama negosiasi ini kita bisa menyepakati gencatan senjata baru,” kata Putin.