Dukung Ekonomi Masyarakat, Kementerian BUMN Selenggarakan Workshop UMKM Naik Kelas
Jakarta, PANGKEP NEWS – Dalam rangka program nasional untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin oleh Erick Thohir terus melaksanakan Workshop ‘UMKM Naik Kelas’ di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Setelah sukses diadakan di tiga kota sebelumnya, yaitu Padang, Bandung, dan Semarang, kini Surabaya menjadi kota keempat yang menjadi lokasi workshop ini. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Kementerian BUMN dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi yang berbasis kekuatan rakyat.
Workshop ini dirancang untuk memberikan pelatihan menyeluruh kepada para pelaku UMKM, mulai dari aspek legalitas usaha seperti sertifikasi halal dan izin edar BPOM, optimalisasi pengelolaan keuangan berlandaskan literasi keuangan OJK, hingga strategi memperkuat merek melalui fotografi produk, penulisan naskah, serta penggunaan platform digital dan marketplace. Dengan pendekatan praktis, peserta didorong untuk langsung menerapkan materi yang diterima dalam pengembangan usaha sehari-hari mereka.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebutkan bahwa melalui program UMKM naik kelas ini diharapkan produk-produk UMKM semakin berkualitas, usahanya lebih tertib administrasi, promosinya lebih luas dengan digitalisasi, dan akses pasarnya semakin besar. Ini merupakan langkah konkret untuk mendukung Visi Presiden Prabowo dalam membangun Ekonomi Rakyat yang kuat dan mandiri.
Dalam paparannya, Arya juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi UMKM di daerah. “Dari pengalaman kami ke berbagai daerah, produk yang bagus seringkali dianggap sudah siap untuk pameran internasional, berbicara impor ekspor tapi di perbankan keuangannya belum jelas, rekening masih dicampur antara rekening rumah tangga dan perusahaan, pasokannya belum jelas, padahal jika kontrak dengan luar negeri, pasokannya harus jelas,” ujar Arya Sinulingga, Minggu, (27/4/2025).
UMKM yang mampu naik kelas akan memiliki ketahanan bisnis yang lebih baik, daya saing yang lebih tinggi, serta peluang ekspansi pasar yang lebih luas. Dengan meningkatkan aspek legalitas, keuangan, branding, dan digitalisasi, UMKM tidak hanya memperkuat posisi di pasar lokal, tetapi juga mempersiapkan diri untuk memasuki pasar nasional hingga internasional.
Transformasi ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan mendorong pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.
“Jadi ini yang akan kita urus, kita bantu, kita workshopkan semua, membantu ibu-ibu dan bapak-bapak agar bisa naik kelas. Kami berharap dengan yang kita miliki ini kita bisa naik kelas,” tambah Arya.
Workshop di Surabaya ini diikuti oleh 146 peserta dari UMKM sektor usaha pangan dan Fasilitator/Pengelola UMKM BUMN yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Para peserta adalah UMKM terpilih yang telah melewati tahap seleksi dan siap untuk dikembangkan menjadi usaha berdaya saing lebih tinggi.
Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber ahli, dengan beberapa pembahasan diantaranya:
- M. Suhaeri Rahman (Auditor Halal, PT Surveyor Indonesia) – Sertifikasi Halal
- Nur Hidayah, S.Si., Apt. (Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, BPOM) – Registrasi Produk
- Rinaldi Nugraha (Analis Junior Deputi Direktur OJK Jatim) – Pengelolaan Keuangan UMKM
- Agung Pambudi (Ecosystem Manager, Impala Network) – Branding Produk dan Digital Marketing
- Achmad Wahyudin (Lead Sales Indibiz Marketplace, Telkom Indonesia) – Point of Sales dan Marketplace.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian BUMN serta beberapa BUMN yang berkolaborasi dalam mewujudkan kegiatan ini, antara lain PT KAI Daop 8, Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airport), Bank BTN, Pertamina, dan Pelni.
Sebagai bagian dari rencana pemberdayaan ekonomi nasional, Kementerian BUMN akan terus memperluas jangkauan program ‘UMKM Naik Kelas’ ke berbagai daerah lainnya.
Melalui kolaborasi antara BUMN, lembaga keuangan, dan komunitas UMKM, diharapkan muncul lebih banyak pelaku usaha yang siap bersaing di tingkat global dan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di masa depan. Kementerian BUMN optimis, dengan langkah-langkah konkret ini, visi besar Presiden Prabowo dalam membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa dapat terwujud secara nyata.