Economic Update 2025: Analisis Mendalam Potensi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8%
PANGKEP NEWS sukses mengadakan acara Economic Update 2025 yang dihadiri oleh ekonom ternama dan mantan penasihat ekonomi Presiden AS ke-40 Ronald Reagan, Arthur B. Laffer.
Arthur B. Laffer menegaskan bahwa menaikkan tarif pajak bukan cara efektif untuk memperluas basis pajak. Sebaliknya, tarif pajak yang lebih rendah dengan insentif seperti deduksi dan pembebasan adalah strategi yang lebih baik.
Dalam acara yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta ini, Laffer menyatakan, ‘Pajak terhadap sesuatu akan membuat Anda mendapatkan sedikit. Sebaliknya, subsidi bisa memberikan lebih. Pemerintah harus memahami perannya dengan tepat.’
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, ketidakpastian global saat ini lebih disebabkan oleh unilateralism ketimbang faktor temporer seperti bencana alam. Unilateralism ini terlihat dari tarif impor yang diterapkan AS kepada mitra dagangnya.
Deputi bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, menjelaskan bahwa pemerintah mendorong hilirisasi mineral untuk memperkuat ekonomi Indonesia, contohnya dengan memanfaatkan hasil emas dari Freeport di dalam negeri melalui bullion bank.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu, menyoroti ketidakpastian pasar global terhadap kredibilitas ekonomi AS yang tengah meragukan, terutama saat imbal hasil treasury meningkat namun dolar melemah.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, berpendapat bahwa tantangan ekonomi Indonesia adalah bagian dari dinamika global, namun Indonesia cukup tangguh menghadapi tekanan tersebut.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mendukung program hilirisasi sebagai upaya peningkatan nilai tambah di dalam negeri, menyebutnya sebagai ‘game changers Indonesia Emas’.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara, Surya Herjuna, mengumumkan pengembangan DME sebagai alternatif LPG. Enam PKP2B telah diperpanjang kontraknya menjadi IUPK dengan kewajiban mengembangkan hilirisasi batu bara.
Melati Sarnita, Direktur Utama PT Inalum, optimis dengan pertumbuhan kinerja perusahaan hingga 48% dalam lima tahun ke depan, dengan proyek yang menambah kapasitas produksi aluminium sebesar 600 ribu ton.
Koordinator Penjangkauan Komunitas IRMA, Andre Barahamin, memaparkan bahwa IRMA hadir sebagai lembaga standar global untuk menilai operasi pertambangan mineral kritis secara sukarela, dengan kerangka penilaian yang diterapkan oleh auditor independen.