Eropa Bertindak! Negara Ini Cegah Masuknya Menteri Israel karena Gaza
Jakarta, PANGKEP NEWS – Slovenia mengambil langkah melarang kunjungan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dan Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, ke wilayahnya. Keputusan ini diambil karena peran keduanya dalam aksi kekerasan Israel di Gaza, Palestina.
Pada pengumuman Sabtu (19/7/2025), Kementerian Luar Negeri Slovenia menyatakan bahwa Smotrich dan Ben-Gvir akan ditetapkan sebagai persona non grata. Ljubljana menilai kedua tokoh ini telah menyebar kebencian terhadap rakyat Palestina.
Kementerian tersebut menjelaskan, “Kedua pejabat ini telah membuat pernyataan yang mendukung genosida dan menghasut kekerasan ekstrem serta pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia warga Palestina.”
Mereka secara terbuka mendukung perluasan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan kekerasan terhadap penduduk Palestina. Melalui pernyataan dan tindakan mereka, mereka mempromosikan pembersihan etnis di Tepi Barat dan Gaza.
Ben-Gvir, pemimpin partai nasionalis Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi), memegang kendali atas kepolisian dan telah menolak untuk menangkap pemukim Israel yang dituduh menyerang warga Palestina. Sementara itu, Smotrich, yang memimpin Partai Zionisme Religius, secara terbuka mendukung aneksasi wilayah Palestina.
Keduanya juga mengusulkan penghentian semua bantuan kemanusiaan ke Gaza sebagai upaya menekan Hamas untuk membebaskan sandera Israel.
Beberapa hari sebelum langkah Slovenia ini, para menteri luar negeri Uni Eropa telah memilih untuk menunda usulan sanksi terhadap Israel terkait tindakannya di Gaza, dengan menyatakan bahwa mereka akan “mengawasi dengan ketat” janji-janji Tel Aviv untuk meningkatkan bantuan ke wilayah Palestina tersebut.
Bulan lalu, negara-negara seperti Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Norwegia telah menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir dan Smotrich dengan tuduhan menghasut kekerasan terhadap komunitas Palestina.