Jakarta –
Secara historis, Agustus dikenal sebagai bulan yang kurang bersahabat bagi ekuitas di pasar Amerika Serikat (AS) sejak 1988, terutama bagi Dow Jones Industrial Average (DJIA). Berdasarkan Stock Trader’s Almanac dan didukung oleh data pasar selama bertahun-tahun.
DJIA selama periode Agustus sejak 1988 menunjukkan kinerja rata-rata terburuk. Peningkatan volatilitas seringkali terjadi karena volume perdagangan yang menurun seiring liburan musim panas, dan tren musiman yang negatif cenderung mendominasi.
Hal serupa juga terjadi pada S&P 500 dan Nasdaq Composite, di mana Agustus menjadi bulan terburuk kedua secara rata-rata. Meskipun tidak selalu konsisten atau separah DJIA, kedua indeks ini juga cenderung melemah di bulan Agustus sejak 1988.
Mengapa Agustus sering kali lemah?
Volume perdagangan yang rendah biasanya menjadi penyebab. Banyak investor institusional berlibur, membuat pasar lebih tipis dan meningkatkan volatilitas.
Taking profit atau penyesuaian posisi setelah reli yang kuat di musim panas sering terjadi. Investor sering kali mengambil keuntungan atau menyesuaikan portofolio sebelum memasuki September yang juga memiliki sejarah buruk.
Terdapat pula ketidakpastian makroekonomi. Bulan Agustus kerap dipenuhi dengan peristiwa geopolitik, debat kebijakan suku bunga seperti Simposium Jackson Hole, serta berita tak terduga yang bisa menggoyang pasar.
Selain itu, perhatian menuju September yang historisnya juga dikenal sebagai bulan yang buruk untuk pasar, membuat penjualan lebih awal di bulan Agustus menjadi umum.
Apakah hal ini juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?
Jika menilik rekam jejak pergerakan IHSG di Agustus selama 30 tahun terakhir, tampak bahwa IHSG cenderung melemah dengan rata-rata penurunan sebesar 3,47% di bulan tersebut.
Fenomena ini juga mempengaruhi psikologis pasar bahwa ada kemungkinan IHSG bakal melemah sepanjang Agustus tahun ini.
Disclaimer: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan dari PANGKEP NEWS Research. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
PANGKEP NEWS RESEARCH