Google Investasikan Rp 39 Triliun dalam Akuisisi Karyawan, Persaingan AI Memanas
Jakarta – Google kini turut serta dalam persaingan sengit di dunia AI yang melibatkan perusahaan teknologi besar. Baru-baru ini, mereka mengakuisisi seorang pakar AI dengan nilai yang cukup fantastis.
Varuan Mohan, salah satu pendiri dan CEO dari perusahaan startup Windsurf, resmi bergabung dengan Google. Perekrutan ini adalah hasil dari kesepakatan yang dicapai dengan perusahaan startup yang fokus pada pengembangan AI tersebut.
Kesepakatan bernilai US$2,4 miliar (setara Rp 39 triliun) ini memberikan beberapa keuntungan, antara lain Google dapat merekrut tim riset dan pengembangan dari Windsurf.
Menurut sumber, kesepakatan ini juga memberi hak kepada Google untuk memperoleh lisensi non-eksklusif tertentu dari Windsurf, sementara startup tersebut tetap dapat memberikan lisensi teknologi mereka kepada pihak lain.
Google telah mengonfirmasi kedatangan ahli pengkodean AI dari Windsurf yang akan bergabung dengan tim DeepMind, unit perusahaan yang bergerak di bidang AI.
“Kami sangat senang menyambut talenta terbaik dalam pengkodean AI dari tim Windsurf ke Google DeepMind untuk memajukan proyek pengembangan agen,” ujar juru bicara Google, mengutip dari PANGKEP NEWS Internasional, Senin (14/7/2025).
“Kami juga sangat bersemangat untuk menghadirkan manfaat Gemini kepada para pengembang software di berbagai tempat,” tambahnya.
Pada bulan April lalu, PANGKEP NEWS Internasional melaporkan bahwa Windsurf juga tengah bernegosiasi dengan perusahaan AI besar lainnya, OpenAI. Kesepakatan akuisisi tersebut dikabarkan bernilai US$3 miliar (Rp 48,7 triliun).
Seorang juru bicara OpenAI menyatakan bahwa kesepakatan eksklusivitas untuk menyelesaikan akuisisi antara kedua perusahaan sebenarnya telah selesai, tetapi periodenya disebut telah berakhir.
Persaingan dalam mendapatkan talenta AI memang sedang berlangsung di banyak perusahaan teknologi besar. Meta, misalnya, menawarkan gaji fantastis kepada karyawan OpenAI.
Tak hanya itu, Meta juga baru saja merekrut Alexandr Wang, pendiri ScaleAI, untuk memimpin strategi AI. Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini rela mengeluarkan dana US$14,3 miliar (Rp 232,4 triliun) untuk investasi di ScaleAI.