Pengawasan Ditingkatkan di Gunung Gede oleh BPBD Cianjur, Apa Sebabnya?
PANGKEP NEWS, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memperketat pengawasan terhadap aktivitas kegempaan di Gunung Gede.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menegaskan bahwa koordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM dilakukan setiap hari untuk memantau perkembangan terkini.
Asep terus menghimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kaki gunung agar tetap siaga dan waspada meskipun status Gunung Gede masih aktif normal, serta tidak mendekati kawah Wadon dalam radius 600 meter.
“Kami terus berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM dan meminta laporan pemantauan aktivitas Gunung Gede setiap harinya, sehingga berbagai langkah antisipasi terus dipersiapkan,” kata Asep, Rabu (16/4).
Dia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan ada rencana Kontijensi Gunung Api yang dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyusun langkah antisipasi dan evakuasi.
“Harapan kami ini bisa segera terlaksana tahun ini, tinggal menunggu kesiapan dari asistensi BNPB, sehingga kontijensi sudah siap meskipun harapan kami tidak ada bencana besar yang melanda Cianjur,” tambahnya.
Badan Geologi mengungkapkan bahwa Gunung Gede saat ini berstatus aktif normal atau Level 1, meskipun ada peningkatan kegempaan vulkanik, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang.
Berdasarkan data dari Badan Geologi, aktivitas Gunung Gede menunjukkan peningkatan sejak 1 April 2025, dengan tercatat 47 gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dan satu kali gempa tektonik jauh.