Harga Melonjak 700%, BEI Kembali Bekukan Perdagangan Saham CDIA
Jakarta, PANGKEP NEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk sementara waktu menghentikan perdagangan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, setelah terjadinya lonjakan harga secara kumulatif yang besar.
Ini adalah kali kedua bagi CDIA mengalami suspensi, setelah sebelumnya pernah dihentikan perdagangan sahamnya pada 17 Juli dan kembali dibuka pada hari berikutnya.
Saham milik CDIA yang dikendalikan oleh Prajogo terus menerus mencapai batas auto rejection atas (ARA) sejak hari pertama di bursa. Emiten yang baru melaksanakan IPO bulan ini mengalami kenaikan harga hampir 700% atau tepatnya 697,37%, menjadi Rp 1.515 per saham dari harga awal IPO di Rp 190 per saham. Kapitalisasi pasar CDIA kini telah mencapai Rp 189,12 triliun, menjadikannya salah satu emiten paling berharga di bursa.
BEI menyatakan bahwa penghentian sementara perdagangan saham CDIA dilakukan untuk melindungi kepentingan investor, khususnya pemegang saham CDIA. Suspensi ini berlaku di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I tanggal 23 Juli 2025 hingga ada pengumuman lebih lanjut dari Bursa.
“Sebagai langkah perlindungan bagi investor, PT Bursa Efek Indonesia merasa perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA),” demikian disampaikan oleh manajemen BEI melalui keterbukaan informasi pada Rabu (23/7).
Bursa meminta semua pihak terkait untuk selalu memperhatikan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
Diketahui bahwa saham yang baru saja melaksanakan IPO ini masih menjadi pemimpin indeks dengan kontribusi 9,12 poin. Perlu dicatat, saham CDIA sudah sembilan hari berturut-turut ditutup dengan Auto Reject Atas (ARA), mengumpulkan kenaikan lebih dari 500%.
(fsd/fsd)