Harita Luncurkan ‘Avatar’ untuk Mencegah Air Keruh dari Tambang Nikel Mengalir ke Laut
Halmahera Selatan, PANGKEP NEWS – PT Trimegah Bangun Persada Tbk, yang dikenal sebagai Harita Nikel, memperkenalkan solusi inovatif untuk menangani masalah lingkungan di area pertambangannya, khususnya terkait pengelolaan air sisa operasional tambang.
Perusahaan pertambangan ini menciptakan ‘Avatar’, yaitu sebuah metode pengendalian air bekas tambang, agar air tersebut kembali jernih sebelum mencapai laut.
Harita menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, tidak hanya di lokasi tambang, tetapi juga di sekitarnya, melalui penerapan manajemen air tambang dengan membangun kolam pengendapan (sediment pond).
Menurut laporan PANGKEP NEWS, di lokasi tambang Harita Nikel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, telah dibangun kolam pengendapan seluas sekitar 100 hektare.
Bentuk berkelok-kelok dari kolam ini berfungsi untuk mengatur air yang mengalir dari bekas tambang sebelum menuju laut.
Muhamad Riftadi Hidayat, Senior Mine Hydrology Engineer Harita Nickel, mengungkapkan bahwa air limpasan dari tambang diarahkan ke kolam pengendapan, yang dapat menampung hingga dua juta meter kubik air.
Dia menjelaskan, “Ini bisa disebut sebagai pengendali air atau ‘Avatar’.”
Di masa depan, sistem pengendalian air ini akan terus berkembang sejalan dengan perluasan lahan tambang, curah hujan, dan teknologi baru.
“Desain sediment pond akan disesuaikan dan diperbarui sesuai kondisi. Setiap ada ekspansi tambang atau penerapan teknologi baru, tambahan kolam pengendapan disiapkan,” ungkap Muhamad Riftadi.
Sistem ini tidak hanya mencegah pencemaran air laut dan menjaga ekosistem, tetapi juga melindungi keselamatan tambang. Tim manajemen air Harita Nickel mengatur aliran air agar tidak memasuki area penambangan aktif.
Dia menambahkan, “Tantangan terbesar kami adalah air hujan. Jika tidak dikendalikan, air tersebut bisa memasuki tambang, mengganggu operasi, dan berpotensi membahayakan keselamatan.”
Manajemen air tambang Harita mencakup pembangunan saluran pengalihan (cut-off drain), penggunaan air olahan untuk industri, hingga sistem sirkulasi tertutup demi efisiensi penggunaan air.
“Prinsip kami adalah reuse dan recycle. Air bersih yang tidak tercemar kami gunakan kembali, sedangkan sisanya dikembalikan ke alam dengan standar kualitas yang ditetapkan,” jelasnya.
Anie Rahmi, Corporate Affairs Manager Harita Nickel, menambahkan bahwa saluran perimeter dan kolam pengendapan disiapkan di area tambang Pulau Obi. “Air harus diendapkan terlebih dahulu sebelum dilepaskan ke badan air. Inilah manajemen air yang dilakukan Harita Nickel,” tegas Anie.
Dengan sistem ini, Harita Nickel memastikan operasi tambang berlangsung efisien, aman, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar.