Jakarta – Tantangan Hilirisasi Batu Bara di Indonesia
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan alasan mengapa proses hilirisasi batu bara, termasuk gasifikasi, tidak semulus hilirisasi nikel. Pemerintah masih mempelajari dan mempertimbangkan beberapa aspek penting, terutama terkait keekonomian.
Peta Jalan Hilirisasi Nikel dan Batu Bara
Menurut Surya Herjuna, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, pemerintah telah memiliki peta jalan komprehensif untuk hilirisasi nikel dari hulu ke hilir. Namun, hilirisasi batu bara menghadirkan tantangan tersendiri, salah satunya adalah keekonomian. “Hilirisasi batu bara selalu kita bicarakan dari aspek keekonomian, dan ini dikaji dari hulu hingga hilir,” jelasnya dalam acara Economic Update 2025 yang diadakan oleh PANGKEP NEWS, Rabu (18/6/2025).
Insentif untuk Mendorong Hilirisasi Batu Bara
Untuk meningkatkan pembangunan hilirisasi batu bara di Indonesia, pemerintah telah merancang berbagai insentif. Di antaranya adalah pemberian royalti 0% dan harga khusus. “Agar dari hulu ke hilir bisa berjalan dengan baik, kami sedang mempersiapkan kebijakan terkait royalti, termasuk menerima masukan untuk dikaji lebih lanjut. Kami juga akan mengundang para pengusaha untuk mensosialisasikan kebijakan ini,” tambahnya.