India Lakukan Serangan ke Wilayah Pakistan, Begini Tanggapan PM Pakistan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif, angkat bicara mengenai serangan India ke wilayah Pakistan yang terjadi pada Rabu (7/5/2025). Insiden ini menyusul laporan kematian yang muncul akibat serangan dari negara tetangganya tersebut.
Menurut laporan dari CNN International, Sharif menyatakan bahwa Pakistan memiliki hak untuk memberikan respons yang tepat terhadap tindakan agresi yang dilakukan oleh India. Ia menegaskan bahwa sebuah tanggapan yang sesuai sedang disiapkan.
Kantor Sharif dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, “Bangsa Pakistan dan Angkatan Bersenjata Pakistan tahu dengan baik bagaimana menghadapi musuh. Musuh tidak akan pernah dibiarkan berhasil dalam tujuan jahatnya.”
Sebelumnya, India melancarkan serangan di sembilan lokasi di wilayah Pakistan dan Kashmir Pakistan. Pada hari Rabu, Angkatan Darat India mengeluarkan pernyataan publik pertama dengan mengatakan bahwa keadilan telah ditegakkan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas serangan di Pahalgam beberapa hari lalu.
“Keadilan Ditegakkan. Jai Hind! (Kemenangan untuk India),” tulis Angkatan Darat India dalam sebuah pernyataan singkat di X.
Pihak berwenang di Islamabad melaporkan bahwa setidaknya tiga orang tewas dan 12 lainnya terluka akibat serangan ini. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengatakan kepada Geo News bahwa warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, menjadi korban dalam operasi militer India.
“India mengklaim telah menyerang kamp-kamp teroris; ini tidak benar, media internasional bisa mengunjungi lokasi-lokasi yang disasarkan untuk melihat sendiri,” ujar Asif dalam sebuah pernyataan.
Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir ini meningkat setelah India menuduh elemen-elemen Pakistan terlibat dalam serangan di resor pegunungan Pahalgam, Kashmir India, pada 22 April, yang menewaskan 26 wisatawan.
Kejadian tersebut menandai serangan paling mematikan terhadap wisatawan di Kashmir yang dikelola India dalam lebih dari dua dekade. Perdana Menteri India, Narendra Modi, berjanji akan memburu para pelaku serangan.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Front Perlawanan (TRF), yang diyakini sebagai cabang dari Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, awalnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun kemudian menarik kembali klaimnya. Islamabad telah menyangkal keterlibatan dengan kelompok tersebut dan meminta dilakukannya penyelidikan yang netral.