Jalur Udara Diblokir, Jemaah Haji Iran Harus Pulang Lewat Jalur Darat
Ribuan peziarah asal Iran yang baru saja menyelesaikan ibadah haji terpaksa tertahan di Arab Saudi setelah penerbangan mereka ke Iran dibatalkan. Hal ini disebabkan oleh pecahnya konflik udara antara Iran dan Israel yang mengakibatkan penutupan jalur penerbangan. Sebagai alternatif, mereka diarahkan untuk kembali ke tanah air melalui jalur darat melintasi Irak.
Konflik ini dimulai dengan serangan mendadak dari Israel yang menargetkan tokoh-tokoh penting di bidang militer dan ilmuwan nuklir Iran. Israel mengklaim telah menewaskan hampir seluruh pimpinan militer tertinggi Iran dan menyatakan telah menguasai wilayah udara negara tersebut. Operasi militer ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan rudal yang lebih kuat ke arah Israel dan mengancam serangan dengan drone. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik regional. Iran melaporkan 224 korban tewas, mayoritas adalah warga sipil, sementara di Israel tercatat 24 korban sipil dan hampir 3.000 orang dievakuasi akibat kerusakan besar yang terjadi.
Situasi ini menimbulkan krisis kemanusiaan, termasuk bagi para jemaah haji Iran yang terlantar. Pemerintah Iran dan pihak internasional didesak untuk segera menyediakan bantuan dan solusi logistik agar mereka dapat dipulangkan dengan aman.