Jakarta – RUPTL 2025-2034 Resmi Diluncurkan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi telah meluncurkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) yang akan berlaku untuk periode 2025 hingga 2034.
Dalam dokumen RUPTL tersebut, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik baru yang mencapai 69,5 Giga Watt (GW).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa penambahan kapasitas ini akan dilakukan dalam dua fase. Pada lima tahun pertama (2025-2029), direncanakan pembangunan pembangkit sebesar 27,9 GW. Sedangkan pada periode berikutnya (2030-2034), akan ada tambahan sebesar 41,6 GW.
Bahlil menyatakan, “Kami sudah melaporkan kepada Pak Presiden dan melakukan diskusi mendalam dengan PLN. Pada 2029, kapasitas baru mencapai 41,6 GW, ini mencakup dua periode 10 tahun, dimaksudkan untuk periode listrik,” dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Senin (26/5/2025).
Data RUPTL 2025-2034 menunjukkan bahwa tambahan sumber energi terbesar masih berasal dari Pulau Jawa. Berdasarkan paparan dari Kementerian ESDM, wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) menyumbang porsi terbesar dalam tambahan kapasitas pembangkit listrik baru tersebut, yaitu 33,5 GW.
Diikuti oleh Sumatera dengan 15,1 GW, Sulawesi sebesar 10,4 GW, Kalimantan 5,8 GW, dan kawasan Indonesia Timur (Maluku, Papua, Nusa Tenggara) sebesar 4,7 GW.
Dari total kapasitas tersebut, 42,6 GW atau 61% berasal dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) serta penyimpanan (storage) yang mencapai 15%.
Bahlil menambahkan, “Sebagai contoh, Sumatera memiliki total 15,1 GW, yang cukup tinggi karena Dirjen (Ketenagalistrikan) orang Sumatera. Alasan ini sesuai dengan kebutuhan. Dan dari energi baru mencapai 9,5 GW,” katanya.