Kabar Gembira bagi UMKM! Transaksi di Livin’ Merchant Segera Cair Real Time
Jakarta, PANGKEP NEWS — PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengumumkan langkah baru dalam penyelesaian transaksi merchant di layanan digital Livin’ Merchant yang akan dilakukan secara real time.
Direktur Operasi Bank Mandiri, Timothy Utama, mengungkapkan bahwa saat ini penyelesaian transaksi Livin’ Merchant sudah cukup cepat dibandingkan layanan lain, yaitu dalam hari yang sama.
“Livin’ Merchant, penyelesaian transaksi dilakukan di hari yang sama, tiga kali sehari. Jadi setelah pembayaran diterima, dana sudah masuk ke akun. Pada bulan Agustus ini, akan dibuat real time, sehingga langsung masuk ke akun,” katanya dalam acara LPS Finansial Festival, Kamis (7/8).
Timothy menyebutkan bahwa merchant di Indonesia, terutama UMKM, saat ini menyumbang 67% terhadap GDP Indonesia. Itu setara dengan 70 juta pelaku usaha UMKM yang bisa didukung.
Ia menjelaskan, Livin’ Merchant dirancang khusus bagi UMKM agar dapat bertransaksi tanpa biaya seperti EDC yang biasanya digunakan oleh usaha besar.
“Untuk merchant besar, seperti toko besar atau hotel besar, ada alatnya yaitu EDC. EDC adalah alat yang digunakan untuk menggesek kartu kredit. Untuk UMKM, itu terlalu mahal. Biaya transaksi dan MDR-nya terlalu tinggi. Biaya sewa dan jika rusak, biaya teknisi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa kontribusi Livin’ Merchant terhadap transaksi di Livin’ cukup signifikan, dengan pengguna mencapai 32 juta saat ini. “Sudah berkontribusi sekitar 90% dari transaksi ritel kita sekarang sudah di Livin’. Setiap hari yang membuka akun di Livin’ mencapai 25.000,” ujarnya.
Menurutnya, Livin’ Merchant bukan hanya aplikasi yang mudah diunduh, tetapi juga mempermudah pengguna dengan integrasi melalui QRIS.
“Ponsel kita menjadi EDC, tapi apa manfaatnya? Pembayaran terbesar saat ini bisa dilihat ketika QRIS atau QR Payment diluncurkan beberapa tahun lalu oleh Bank Indonesia, hingga sekarang, QRIS adalah transaksi tertinggi,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya akan memperluas ekosistem Livin’ Merchant. “Mereka bisa membeli inventaris yang dapat saya hubungkan langsung dengan pemain besar. Mau beli apapun untuk dijual di toko kelontongnya. Nah, itu adalah ekosistem yang sudah kami kunci secara digital,” tuturnya.