Korban Kecelakaan Pesawat Air India Bertambah Menjadi 279 Orang
Jakarta – Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, jumlah korban meninggal dalam kecelakaan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India telah mencapai 279 orang. Para korban ditemukan di lokasi kejadian di kota Ahmedabad, India bagian utara.
Menurut laporan dari PANGKEP NEWS, dari total 242 orang di dalam pesawat – terdiri dari 230 penumpang dan 12 kru – hanya satu orang yang selamat. Kecelakaan ini menjadi salah satu bencana penerbangan paling fatal di abad ke-21.
Sebelum kecelakaan terjadi, sempat ada panggilan darurat beberapa saat sebelum jatuh pada waktu makan siang hari Kamis, dan pesawat meledak saat menabrak bangunan tempat tinggal.
Keluarga korban yang putus asa telah memberikan sampel DNA di Ahmedabad, dan beberapa di antaranya harus terbang ke India untuk membantu proses ini. Penghitungan jumlah korban secara resmi akan dilakukan setelah identifikasi DNA selesai.
Dari total penumpang, 169 orang berasal dari India, 53 orang dari Inggris, tujuh orang dari Portugal, dan satu orang dari Kanada. Korban yang meninggal berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari politisi ternama hingga seorang remaja penjual teh.
Satu-satunya yang selamat, Vishwash Kumar Ramesh, yang berusia 40 tahun, mengungkapkan bahwa dia tidak tahu bagaimana bisa selamat. “Saya awalnya berpikir bahwa saya juga akan mati, tetapi saat membuka mata, saya menyadari masih hidup,” ujar Ramesh, seorang warga Inggris, kepada penyiar nasional DD News dari tempat tidur rumah sakitnya.
Pencarian Kotak Hitam
Menteri Penerbangan Ram Mohan Naidu Kinjarapu menyatakan pada hari Jumat bahwa perekam data penerbangan, atau kotak hitam, telah ditemukan dan akan sangat membantu dalam penyelidikan. Tim forensik masih mencari kotak hitam kedua untuk menyelidiki penyebab pesawat jatuh setelah baru saja mengudara hanya 100 meter dari landasan.
Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, menyatakan telah berkomunikasi dengan Air India dan siap memberikan dukungan atas insiden ini, yang menurut sumber terdekat merupakan kecelakaan pertama untuk model 787 Dreamliner ini.