Jakarta, PANGKEP NEWS
Otoritas di Korea Utara telah mengarahkan semua sekolah di negaranya untuk meningkatkan pembiakan kelinci guna memasok kebutuhan makanan bagi tentara mereka.
Berdasarkan informasi dari Radio Free Asia pada Jumat (25/4/2025), pemerintah telah memulai inspeksi terhadap kandang-kandang kelinci di sekolah-sekolah di seluruh negeri komunis tersebut, dengan tujuan memperbesar jumlah ternak yang disuplai ke unit tentara setempat.
Pemerintah menekankan pentingnya pembiakan kelinci, mengingat hewan ini menghasilkan daging dan bulu yang berkualitas tinggi. Asosiasi dan peternakan kelinci telah didirikan di berbagai kota dan kabupaten sebagai program prioritas negara.
Menurut seorang sumber di provinsi Pyongan Selatan, inspeksi terhadap peternakan kelinci di sekolah-sekolah baru dilaksanakan untuk pertama kalinya, diawasi oleh para pemimpin komite liga pemuda tingkat provinsi sesuai instruksi partai provinsi.
Di Korea Utara, serikat anak-anak dan liga pemuda, yang mencakup pelajar berusia 9-18 tahun, adalah organisasi politik yang mengedukasi kaum muda dalam ideologi dan loyalitas sosialis. Instruktur liga pemuda di sekolah-sekolah bertanggung jawab untuk memenuhi target pembiakan.
Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa meskipun pengembangan peternakan kelinci diprioritaskan setiap tahun, ini adalah kali pertama sekolah-sekolah diperiksa secara langsung. Inspeksi berfokus pada skala peternakan dan jumlah kelinci, baik yang dewasa maupun anakannya.
Instruktur liga pemuda di sekolah yang tidak mencapai target minimal 1.000 ekor kelinci terancam mendapat peringatan atau hukuman, termasuk kemungkinan dikeluarkan dari komite atau kehilangan jabatan, kata sumber tersebut.
Instruktur liga pemuda bertanggung jawab atas pengelolaan peternakan kelinci dan kegiatan pemberian pakan yang dilakukan oleh tim yang terorganisir, terdiri dari anggota serikat anak-anak dan liga pemuda. Kelinci dewasa yang terhitung akan diserahkan ke unit militer setempat paling lambat 25 April.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola peternakan, semua sekolah di daerah Gowon diperintahkan untuk menyediakan 300 ekor kelinci dewasa masing-masing untuk memenuhi kebutuhan militer sebelum 25 April, menurut seorang sumber dari provinsi Hamgyong Selatan.
Inspeksi ini dimulai di Daerah Gowon sebagai bagian dari perayaan ulang tahun berdirinya angkatan darat, bersamaan dengan upaya dukungan bagi militer. Beberapa guru menyatakan rasa frustrasi mereka, menyatakan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat pembelajaran, bukan basis suplai militer.
Untuk memberi makan kelinci, siswa remaja diharuskan mengumpulkan rumput di ladang karena peraturan perlindungan hutan melarang pengambilan semanggi di pegunungan.
Sejak tahun 1970-an, siswa sekolah menengah pertama dan atas di Korea Utara diwajibkan memelihara kelinci dan menyerahkannya kepada negara, sementara petani harus memenuhi kuota pembelian daging tahunan. Akibat kekurangan pangan yang berkepanjangan sejak pertengahan 1990-an, rezim Korea Utara kini gencar mempromosikan peternakan berbasis rumput seperti kelinci dan kambing sebagai sumber daging.