Jakarta – Gagasan untuk memperpanjang operasional KRL Commuter Line Jabodetabek sampai ke Kota Serang, Banten, kini mulai dibicarakan. Saat ini, layanan KRL hanya mencapai Rangkasbitung.
Menurut Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, usulan untuk memperpanjang KRL hingga Serang, Banten, masih dalam tahap pengajuan oleh Walikota Serang, Budi Rustandi, kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) dan PT KAI Commuter (KAIC), yang bertindak sebagai operator kereta api perkotaan.
“Gagasan untuk memperpanjang rute KRL hingga Serang baru dalam tahap pengajuan Walikota Serang ke DJKA dan KAIC, sehingga belum ada rencana pembangunan dalam waktu dekat,” ujar Ixfan kepada PANGKEP NEWS, Jumat (25/4/2025).
Oleh karena itu, rencana perpanjangan KRL ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut oleh DJKA dan KAIC bersama KAI dan Walikota Serang.
Ixfan juga menyatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pengelolaan dan pengembangan aset KAI di Kota Serang, bukan mengenai wacana perpanjangan KRL ke Serang.
“Belum lama ini, Pemkot Serang mengusulkan penandatanganan MoU mengenai pengelolaan dan pengembangan wilayah Kota Serang yang terkait dengan aset KAI,” kata Ixfan.
Pada Senin (21/4/2025), KAI Daop 1 Jakarta dan Pemkot Serang resmi menjalin kerjasama strategis melalui penandatanganan MoU, yang merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya untuk mendorong pengembangan dan penataan kawasan perkotaan di Serang. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi pemanfaatan aset PT KAI secara legal, produktif, dan berkelanjutan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan penataan kota Serang dapat lebih baik dan menciptakan peluang baru dalam memanfaatkan aset guna mendukung pendapatan non-angkutan PT KAI.
Executive Vice President (EVP) KAI Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan, menyampaikan penghargaan atas terjalinnya kolaborasi ini.
“Kami sangat mendukung program penataan dan pengembangan Kota Serang. Sebagai pemilik aset di berbagai wilayah, termasuk area non-operasi, kami memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya secara legal dan optimal agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun perusahaan,” kata Yuskal, dikutip PANGKEP NEWS, Jumat (25/4/2025).
Sementara itu, Budi menilai kerja sama ini penting karena dapat meningkatkan sinergi lintas sektor dalam pembangunan kota.
“Untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, kolaborasi menjadi hal yang mutlak. Salah satunya adalah dengan PT KAI Daop 1 Jakarta dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset secara prosedural. Harapan kami, kolaborasi ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga serta menjadi awal dari pengembangan jalur KRL hingga ke Kota Serang agar mobilitas warga semakin mudah, terjangkau, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Budi.
Ixfan menjelaskan bahwa sebagai langkah lanjutan, kedua belah pihak akan membentuk tim kerja bersama untuk memetakan potensi aset dan menyusun program konkret yang selaras dengan visi pembangunan Kota Serang.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi PT KAI sebagai perusahaan yang adaptif, terbuka terhadap kolaborasi, dan berkomitmen terhadap keberlanjutan bisnis serta pembangunan daerah,” tutupnya.