Pekerja Renovasi Temukan Harta Karun Emas Senilai Rp 5,5 Miliar di Rumah Tua
Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia — Siapa yang dapat menyangka bahwa upaya seorang pekerja kontraktor untuk membongkar rumah tua akhirnya berujung pada penemuan ‘harta karun’ emas senilai Rp 5,5 miliar.
Kisah ini berawal ketika pemilik rumah tua di daerah pedesaan Ellerby, North Yorkshire, memutuskan untuk melakukan renovasi. Rumah yang dibeli sejak 2019 ini diinginkan tampil dengan desain yang lebih modern.
Pemilik kemudian menyewa kontraktor untuk mewujudkan perubahan tersebut. Proses mulai dilakukan dengan menurunkan atap, merobohkan tembok, dan mencopot lantai kayu satu per satu.
Namun, saat hendak mengangkat lantai kayu di dapur, para pekerja menemukan sebuah celengan berukuran botol air mineral yang terkubur di tanah.
Awalnya, mereka mengabaikan benda tersebut. Namun, rasa penasaran muncul saat celengan itu mengeluarkan suara bergemerincing.
“Krincing..krincing…” begitu bunyinya.
Pekerja yang penasaran kemudian membalikkan celengan itu. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati bahwa benda yang keluar dari celengan adalah 260 koin emas.
Penemuan ini kemudian dilaporkan dan langsung membuat Inggris terkejut karena sudah lama tak ada penemuan harta karun dari masa lampau.
Menurut laporan, koin emas ini merupakan penemuan arkeologi terbesar dari abad ke-18 dengan nilai 250.000 poundsterling atau sekitar Rp 5,5 miliar (dengan kurs Rp 21.919).
Emas Tahun 1694
Para arkeolog percaya bahwa koin emas ini milik keluarga Fernley-Maisters yang berasal dari tahun 1694. Sejarah menunjukkan bahwa Maisters adalah keluarga kaya di Inggris dari abad ke-16 hingga ke-18.
Mengutip dari sumber sejarah, kekayaan keluarga Maisters berasal dari jaringan bisnis mereka yang kuat dalam perdagangan besi, kayu, dan batu bara. Mereka menjual produk tidak hanya di Kepulauan Inggris, tetapi juga di negara-negara Baltik dan Eropa.
Keluarga Maisters memiliki kekayaan besar yang memungkinkan mereka membeli banyak barang berharga, termasuk emas. Mereka juga memiliki pengaruh dalam politik Inggris. Meskipun kaya, sejarawan mencatat bahwa mereka tidak menyimpan uang dan barang berharga lainnya di bank.
Pada masa itu, kepercayaan terhadap bank tidak sebesar sekarang. Terlebih lagi, Bank of England, satu-satunya bank di Inggris, baru saja didirikan, sehingga menyulitkan orang kaya untuk menitipkan harta mereka di lembaga yang baru terbentuk tersebut.
Oleh karena itu, orang kaya, termasuk keluarga Maisters, menyimpan harta mereka di tempat-tempat tersembunyi di lingkungan sekitar. Salah satunya di dalam tanah, seperti harta karun 260 koin emas ini.
Setiap kali mendapat keuntungan dagang atau hasil perolehan dari Perang Saudara Inggris, keluarga Maisters menyimpannya di tanah, termasuk 260 koin emas dalam celengan tersebut.
Sayangnya, harta yang tertimbun ini terlupakan seiring berjalannya waktu karena putusnya informasi di generasi keluarga Maisters selanjutnya. Generasi berikutnya yang tidak mengetahui kebiasaan leluhur mereka dalam menyimpan harta di tanah mengabaikan harta tersebut.
Alhasil, harta itu tetap tersembunyi dalam tanah selama ratusan tahun. Untungnya, sifat emas yang tahan lama membuatnya tetap utuh hingga akhirnya ditemukan pada tahun 2019 oleh pekerja yang merenovasi rumah tua tersebut.
Seluruh 260 koin emas ini kemudian dilelang. Namun, hingga kini belum diketahui siapa yang menerima uang hasil penjualan, apakah pemilik rumah atau pekerja tersebut.