Kerumunan Besar di Pemakaman Pejabat Militer dan Ilmuwan Nuklir Iran
Ribuan masyarakat Iran berkumpul dalam prosesi pemakaman untuk menghormati komandan militer dan ilmuwan nuklir yang tewas dalam serangan Israel. Acara ini berlangsung di Teheran, Iran, pada Sabtu (28/6/2025).

Kerumunan masyarakat hadir dalam upacara untuk menghormati komandan militer dan ilmuwan nuklir yang gugur dalam serangan Israel. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Prosesi ini dihadiri oleh ribuan orang yang mengiringi kepergian para pemimpin penting, termasuk komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran, yang menjadi korban dalam konflik terbaru dengan Israel.

Peti jenazah diangkut menggunakan truk diiringi oleh pelayat yang memberikan penghormatan. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Israel telah melancarkan serangan besar yang menargetkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menewaskan sejumlah petinggi termasuk Mayor Jenderal Hossein Salami dan komandan Pasukan Dirgantara IRGC Amir Ali Hajizadeh.

Korps Garda Revolusi Islam mengawasi program rudal balistik Iran, yang diakui sebagai yang terbesar di kawasan Timur Tengah. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah kepada Amerika Serikat dan mengancam akan menyerang kembali pangkalan militer AS.

Ayatollah Ali Khamenei menyatakan tidak akan menyerah kepada tekanan Amerika Serikat. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Dalam salah satu pidatonya, mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran harus tunduk. Namun, Iran menegaskan tekadnya untuk tidak menyerah, dengan Khamenei menekankan kekuatan negara tersebut.

Trump menyatakan bahwa Iran harus menyerah, namun Iran menolak tuntutan tersebut. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)