Longsor Menyerang Rumah Warga di Korsel, 14 Meninggal – 12 Hilang
Bencana banjir dan tanah longsor melanda Korea Selatan setelah hujan deras mengguyur pada Minggu (20/7/2025). Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari PANGKEP NEWS International, di kota resor Gapyeong, dua orang ditemukan meninggal dan dua lainnya masih dinyatakan hilang.
Total korban jiwa kini mencapai 14 orang, sedangkan 12 lainnya masih belum ditemukan.
Menurut badan prakiraan cuaca pemerintah Korea Selatan, hujan diperkirakan akan mereda pada Minggu dan diikuti oleh gelombang panas. Hujan lebat yang sebelumnya mengguyur wilayah selatan dilaporkan telah bergerak ke utara sepanjang malam.
Cuaca ekstrem ini mengejutkan Korea Selatan, dengan hujan deras mulai mengguyur sejak Kamis (17/7/2025) dan mencatat intensitas tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 1904.
Menurut Badan Meteorologi Korea Selatan (KMA), sejumlah wilayah di Provinsi Chungcheong Selatan mengalami curah hujan per jam yang hanya terjadi sekali dalam seabad. Seosan, di bagian barat provinsi tersebut, menjadi daerah terparah dengan intensitas hujan mencapai 114,9 milimeter per jam.
Fenomena hujan ekstrem ini disebabkan oleh arus udara hangat dan lembap yang mengalir di sepanjang tepi Utara Samudera Pasifik, memicu ketidakstabilan atmosfer yang kuat, jelas KMA.