Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia
Siapa yang menyangka bahwa bunga kesukaan Nyi Roro Kidul kini menjadi terkenal secara global. Bunga Sedap Malam, atau yang dikenal dengan nama Tuberose, memiliki peran signifikan dalam industri parfum.
Bunga ini sering dikaitkan dengan kisah Nyi Roro Kidul sebagai persembahannya. Namun, aroma memikat Bunga Sedap Malam ternyata tak hanya digemari oleh Sang Ratu Laut Selatan, tetapi juga diminati oleh banyak orang di seluruh dunia.
Diakui sebagai salah satu bahan dasar parfum kelas atas, Bunga Sedap Malam menguasai 55% pangsa pasar pada tahun 2022 menurut penelitian dari Grand View Research. Ini karena bunga tersebut memiliki aroma khas yang mewah. Sayangnya, produksi Bunga Sedap Malam di Indonesia mengalami fluktuasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi bunga di negara ini mencapai puncaknya pada 2019 dengan 123,5 juta tangkai. Namun, setelahnya terjadi penurunan produksi, dengan titik terendah pada 2023 yang hanya mencapai 103,1 juta tangkai. Beberapa faktor seperti perubahan permintaan pasar dan kondisi cuaca menjadi penyebab ketidakstabilan produksi Bunga Sedap Malam di Indonesia.
Meski terjadi penurunan produksi, permintaan Bunga Sedap Malam tetap stabil dan bahkan meningkat menjelang perayaan besar seperti Idul Fitri dan Natal.
Permintaan bunga ini melonjak tajam setiap kali mendekati hari raya, terutama di daerah-daerah penghasil utama di Jawa Timur.
Negara-negara di Timur Tengah, yang memiliki kecintaan terhadap aroma tradisional, juga menjadi tujuan utama ekspor bunga ini.
Dalam era perdagangan tanpa batas seperti sekarang, Bunga Sedap Malam bertransformasi dari bunga lokal bersejarah menjadi bahan utama dalam industri parfum dengan kesan mewah dan global.
Perhatian khusus perlu diberikan untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi guna memenuhi permintaan yang terus meningkat. Bagaimana caranya?
Teknologi dalam budidaya Bunga Sedap Malam perlu ditingkatkan, mulai dari penyediaan bibit, penggunaan pupuk, hingga teknik untuk mempertahankan aroma bunga.
Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk peneliti, pemerintah, petani, hingga industri parfum. Lembaga keuangan juga berperan penting sebagai sumber modal untuk pengembangan ini.
Penerapan budidaya modern dan akses pada teknologi pertanian dapat menjadi kunci untuk meningkatkan produksi, sebagaimana diungkapkan dalam laporan Kementerian Pertanian tentang teknik budidaya yang lebih efisien. Masa depan Bunga Sedap Malam bergantung pada kemampuan industri untuk menjaga kualitas dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang dinamis.
Harapannya, aroma Bunga Sedap Malam tidak hanya dikenal di laut Selatan, tetapi juga dapat tersebar dari botol parfum mewah dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.