Jakarta –
Perusahaan emas milik negara, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dikenal secara historis cukup dermawan dalam pembagian dividen. Oleh karena itu, menarik untuk mencermati potensi dividen jelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar bulan depan.
ANTM dijadwalkan menggelar RUPS pada 12 Juni 2025. Sebelumnya, ANTM pernah membagikan rasio pembayaran dividen hingga 100% dari laba tahun buku 2023, yang berarti seluruh laba bersih tahun tersebut dibagikan kepada investor.
Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, rasio tersebut meningkat hingga dua kali lipat. Berikut rinciannya:
Tidak menutup kemungkinan tahun ini dividen yang dibagikan juga akan mengesankan, mengingat sepanjang 2024 lalu, harga emas acuan dunia bergerak sangat baik, bahkan beberapa kali mencetak rekor.
Kinerja keuangan ANTM sepanjang tahun lalu juga menunjukkan performa yang mengesankan. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) ANTM tercatat naik 122% secara kuartalan (qoq) menjadi Rp 1,4 triliun pada kuartal IV-2024.
Hal ini membuat total laba bersih selama setahun penuh pada 2024 meningkat 19% menjadi Rp 3,6 triliun.
Sementara itu, pada kuartal IV-2024, pendapatan meningkat 30% menjadi Rp 25,9 triliun secara kuartalan, sehingga total pendapatan naik 69% menjadi Rp 69,2 triliun.
Dari segi neraca, Antam mencatatkan kenaikan aset dari Rp 42,85 triliun pada 2023 menjadi Rp 44,52 triliun pada 2024. Ekuitas tumbuh 3% menjadi Rp 32,2 triliun. Pada 2024, perusahaan mempercepat pelunasan pinjaman investasi dengan total Rp 1,68 triliun.
Kinerja operasional Antam kokoh. Di segmen emas, didorong oleh kenaikan harga emas dunia akibat faktor makroekonomi dan kondisi geopolitik, Antam mencatatkan pertumbuhan pendapatan 120% menjadi Rp 57,56 triliun pada 2024, dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 26,12 triliun.
Antam mencatatkan total produksi logam emas dari tambang perusahaan sebesar 1.019 kg, setara dengan 32.762 troy oz. Volume penjualan produk emas Antam pada 2024 mencapai 43.776 kg (1.407.431 troy oz) yang sepenuhnya ditujukan untuk pasar domestik, meningkat 68% dibandingkan 2023 sebesar 26.129 kg.
Beralih ke potensi dividen, dengan kinerja emas yang mengesankan dan berdampak positif pada laba bersih, ini mengimplikasikan EPS tahun lalu ANTM menjadi Rp151,77, lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp128,07.
Jika kita mengambil asumsi rasio pembayaran dividen (DPR) konservatif 50%, maka dividen per saham (DPS) yang dihasilkan akan sebesar Rp75,88. Sementara jika ANTM tetap murah hati seperti tahun sebelumnya dengan asumsi DPS dipertahankan, kemungkinan akan mengambil rasio pembayaran sekitar 85%.
Kami memproyeksikan potensi keuntungan yang dapat diperoleh jika pelaku pasar membeli saham ANTM pada harga per Selasa hari ini (27/5/2025) hingga pukul 10.30 WIB di Rp3.040 per lembar, dengan potensi keuntungan dividen antara 2,49% – 4,21%.
Perhitungan ini kami dasarkan melalui perhitungan sebagai berikut:
PANGKEP NEWS RESEARCH
(tsn/tsn)