Menteri Amran Ungkap Ada yang Tidak Senang dengan Swasembada Pangan Indonesia
Jakarta, PANGKEP NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa terdapat pihak yang merasa tidak nyaman jika Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan. Menurutnya, pihak yang merasa terancam adalah para importir.
“Pihak yang merasa tidak nyaman dengan swasembada pangan adalah importir. Mereka telah membangun gudang selama puluhan tahun, membangun infrastruktur, memiliki pelanggan tetap, kapal, dan pegawai,” kata Amran saat menyampaikan paparan pada acara Hari Krida Pertanian di Gedung Kementerian Pertanian, Senin (30/6/2025).
Amran menambahkan bahwa alasan ketidaknyamanan tersebut adalah potensi penurunan keuntungan yang signifikan jika Indonesia berhasil swasembada pangan.
“Tentu mereka merasa tidak senang, karena jika saat ini mereka bisa meraih keuntungan triliunan dalam satu hingga dua bulan, nanti potensi keuntungan besar tersebut tidak lagi bisa mereka dapatkan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti adanya importir yang melakukan kecurangan dalam pasokan beras. Selain itu, banyak negara asing yang tidak ingin Indonesia swasembada pangan karena Indonesia tidak lagi menjadi importir terbesar.
“Tidak ada satu negara luar pun yang ingin Indonesia swasembada pangan, terutama beras, karena jika Indonesia berhasil, harga pangan bisa jatuh drastis, mengingat Indonesia tidak lagi mengimpor beras hingga 7 juta ton,” ucapnya.
Amran mengapresiasi para penyuluh, petani, dan kepala dinas yang berkontribusi dalam mengurangi impor dan menekan harga pangan global.
“Para petani, penyuluh, kepala dinas, kalian adalah pahlawan pangan kita, berkat kalian, harga pangan global bisa tertekan. Bapak Presiden (Prabowo) pun menyampaikan terima kasih kepada kalian,” tutupnya.