Kisah Tragis Mantan Model Majalah Dewasa: Pelajaran Berharga di Hari Tua
Jakarta, PANGKEP NEWS – Profesi di sektor hiburan sering kali menawarkan pendapatan yang fantastis, terutama ketika nama sedang melambung. Namun, ketenaran tidak berlangsung selamanya.
Saat pamor mulai meredup, pendapatan pun turut menurun. Inilah yang dialami oleh Dyah Aristi Kusuma Putri (52).
Namanya mencuat di media sosial belakangan ini karena tinggal di rumah tua yang sudah rusak tanpa pasokan listrik dan air. Wanita yang dikenal sebagai Putri ini mengungkapkan bahwa ia pernah mengambil pendidikan S1 dan S2 di salah satu universitas swasta di Jakarta, bekerja sebagai model majalah dewasa, serta pernah menetap di Amerika Serikat dan Jepang.
“Awalnya saya menjadi model majalah. Pertama kali untuk majalah baju renang, dulu ada majalah bernama swimming, di Indonesia juga ada majalah popular, dan beberapa majalah fesyen lainnya,” ucap Putri, seperti dikutip beberapa waktu lalu.
Karier sebagai model dijalaninya saat masih kuliah. Pada malam hari setelah kuliah, Putri bekerja di sebuah restoran sebagai pelayan.
Saat pindah ke Amerika Serikat, ia berencana melanjutkan pendidikan. Setelah sempat tinggal di Hokaido, Jepang, ia kembali ke tanah air pada 2016 dan menghuni rumah tua di Jakarta Utara.
Pada awalnya, kondisi rumah itu masih layak huni, namun lambat laun mulai rusak. Bagian belakang rumah Putri tidak lagi memiliki atap dan hanya tersisa puing-puing dinding dan pecahan genteng.
Di dalam rumah, terdapat ruang kecil yang berisi satu dipan kayu yang dialasi tikar, satu kursi kayu panjang dengan alas duduk yang rusak, dan satu lemari kayu.
Konon, rumah tersebut milik keluarga angkatnya yang sudah ditempati Putri sejak kecil. Putri sendiri tidak pernah bercerita secara detail mengenai keluarga kandungnya.
Ia hanya menyebut bahwa dirinya lahir di Eropa dan kemudian dikirim ke Indonesia untuk tinggal bersama orangtua angkatnya pada tahun 1979.
Sejauh ini, Putri hidup berkat bantuan dari warga sekitar. Tidak ada penjelasan rinci mengenai penyebab utama yang membuat perempuan ini mengalami kesulitan hidup di masa tuanya.
Namun, dari pengalaman Putri, kita bisa memetik beberapa pelajaran berharga, antara lain:
Ancaman Masa Tua, Hidup Terlantar
Banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang lansia hidup terlantar, baik karena alasan ekonomi maupun keluarga.
Jika disebabkan oleh faktor ekonomi, maka seharusnya hal ini dapat diantisipasi jauh-jauh hari dengan menciptakan keamanan finansial yang memadai.
Di usia produktif, kita seharusnya mampu mengelola pendapatan dengan bijak, menjaga arus kas pribadi, memiliki dana darurat, memiliki perlindungan keuangan lainnya, serta mengelola utang jika ada.
Setelah keamanan finansial terbangun, langkah berikutnya adalah berinvestasi untuk masa depan yang lebih baik.
Hidup terlantar di masa tua adalah sesuatu yang semestinya dihindari, karena hal ini tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga dapat menjadi beban bagi orang di sekitar kita.