Momen Bersejarah: Paus Fransiskus Membasuh Kaki 12 Narapidana Wanita
Jakarta, PANGKEP NEWS – Dalam sebuah momen yang penuh arti dan simbolisme, Paus Fransiskus mencatatkan sejarah pada Kamis Putih 28 Maret 2024, dengan membasuh kaki 12 narapidana wanita di Penjara Rebibbia, Roma. Ini merupakan kali pertama seorang Paus secara resmi melakukan ritual pembasuhan kaki kepada kelompok yang seluruhnya terdiri dari wanita.
Ritual ini merupakan bagian dari tradisi Kamis Putih dalam pekan suci Paskah, yang meniru tindakan Yesus saat membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan. Dalam suasana tenang dan penuh emosi, Paus yang meski terbatas secara fisik dan menggunakan kursi roda tetap melaksanakan tugas pelayanannya dengan membasuh dan mencium kaki para narapidana, banyak di antara mereka tampak terharu dan meneteskan air mata.
Tindakan ini menegaskan lagi komitmen Paus Fransiskus terhadap nilai inklusivitas dan belas kasih. Sejak awal masa kepausannya pada tahun 2013, ia telah dikenal luas karena mematahkan tradisi dan mendekatkan Gereja kepada mereka yang terpinggirkan, termasuk narapidana, pengungsi, dan kaum miskin.
Pembasuhan kaki kepada wanita secara resmi mulai diizinkan sejak tahun 2016 setelah Paus mengubah aturan liturgis, namun peristiwa tahun ini menjadi yang pertama dalam sejarah Kamis Putih di mana seluruh peserta ritual adalah wanita. Ini menandai babak baru dalam perkembangan simbolik dan pastoral Gereja Katolik.
Upacara ini menjadi pengingat kuat bahwa inti dari pelayanan Kristen bukan terletak pada kekuasaan atau posisi, tetapi pada kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata kepada mereka yang paling terlupakan.