MUI Bekasi Gagas Pendirian Pesantren untuk Warga Binaan Lapas Cikarang
PANGKEP NEWS, KABUPATEN BEKASI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menggagas pendirian pesantren dan pendidikan formal bagi warga binaan di Lapas Cikarang melalui kolaborasi antarlembaga.
“Kami telah berdiskusi dengan Kepala Lapas Cikarang untuk rencana pendirian pesantren di dalam lapas. Saya akan bertanggung jawab atas pelaksanaannya,” ujar Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Mahmud.
Beliau mengungkapkan bahwa kepala lapas setuju untuk melaksanakan program ini setelah diskusi awal, mengingat pentingnya memberikan akses pendidikan yang merata kepada masyarakat, termasuk para warga binaan.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2015-2023 itu menambahkan bahwa tujuan pendirian pesantren ini adalah untuk meningkatkan pembinaan spiritual dan memberikan akses pendidikan yang setara bagi narapidana, termasuk yang masih di bawah umur.
Mahmud mengatakan bahwa kegiatan keagamaan di Lapas Cikarang sebenarnya sudah ada, tetapi belum memiliki legalitas resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi.
Legalitas ini dianggap penting agar proses pendidikan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Mahmud mengaku prihatin dengan banyaknya warga binaan yang masih berusia di bawah umur. Mereka tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak meskipun sedang menjalani masa hukuman.
“Saya berharap melalui pendidikan keagamaan dan pendidikan formal di lapas ini, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan pendidikan yang baik sehingga nanti bisa diterima kembali dengan baik di lingkungan,” tuturnya.