NASA Menyingkap Pertanda Bencana Besar di Indonesia, Waktunya Sudah Dekat
Jakarta, PANGKEP NEWS – NASA telah memprediksi terjadinya fenomena bencana besar yang dapat menyebabkan banyak wilayah terendam air. Ini merupakan indikasi ‘kiamat’ di Bumi akibat perubahan iklim.
Menurut prediksi NASA, permukaan air laut diperkirakan akan naik sekitar 3-6 kaki pada tahun 2100 mendatang. Jika hal tersebut terjadi, ratusan juta orang berpotensi kehilangan tempat tinggal.
Wilayah pesisir yang berpenduduk padat dikatakan berada di ambang kepunahan karena terancam tenggelam. Setidaknya ada 10 kota besar di seluruh dunia yang berisiko tenggelam.
Jakarta termasuk dalam daftar tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh PANGKEP NEWS, Senin (26/5/2025).
Tanda-tanda bencana ini telah terlihat dari fenomena banjir yang semakin sering terjadi. Di awal Maret 2025 saja, beberapa wilayah di Jabodetabek dan Jawa sudah mengalami banjir. Bahkan, wilayah Bekasi mencatat banjir terparah dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2020.
“Jakarta diketahui sebagai salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia. Kondisi ini semakin parah, hingga pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke IKN,” demikian dilaporkan oleh PANGKEP NEWS.
PANGKEP NEWS melaporkan Jakarta sudah mulai mengalami proses penurunan tanah dengan air yang naik 17 cm per tahun. Secara geografis, Jakarta terletak di dataran rendah yang dulunya merupakan rawa.
Ada 13 sungai yang mengalir melalui wilayah perkotaan menuju Laut Jawa, sehingga seluruh wilayah sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air. Jakarta juga telah mengalami peningkatan jumlah banjir sejak pergantian abad.
Banjir paling parah terjadi pada tahun 2007, ketika bencana tersebut menelan 80 korban jiwa dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dolar.
Keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke IKN pada tahun 2022 juga disinggung oleh PANGKEP NEWS. Situs tersebut menyebutkan bahwa risiko banjir yang tinggi di Jakarta menjadi salah satu alasan pemindahan tersebut, di samping polusi dan kemacetan yang merajalela.
“Ibu kota baru yang bernama IKN diprediksi akan selesai sepenuhnya pada tahun 2045. Pada saat itu, IKN mungkin akan menjadi tempat perlindungan dari Jakarta yang tenggelam,” tertulis dalam laporan PANGKEP NEWS.
Selain Jakarta, berikut ini adalah daftar kota-kota besar lainnya yang diprediksi akan punah karena tenggelam akibat perubahan iklim, menurut laporan PANGKEP NEWS:
Yangon, Myanmar
Yangon memiliki populasi sebanyak 5,7 juta orang pada tahun 2024. Seperti kota-kota terancam lainnya, Yangon juga sering dilanda bencana banjir.
Yangon terletak hanya beberapa kilometer dari Sesar Sagaing. Jika gempa bumi besar melanda wilayah tersebut, sumur air tanah dapat runtuh dan menenggelamkan sebagian besar kota.
Bangkok, Thailand
Bangkok memiliki populasi sekitar 11,2 juta orang pada tahun 2024. Dari tahun ke tahun, Bangkok telah kehilangan wilayah daratan akibat naiknya permukaan laut.
Garis pantainya akan terus merayap lebih dalam, diperkirakan mencapai lebih dari satu kilometer setiap tahun. Dalam satu abad, sebagian besar kota Bangkok diprediksi akan lenyap.
Manila, Filipina
Manila adalah ibu kota Filipina yang memiliki 14,9 juta penduduk pada tahun 2024. Ekstraksi air tanah dan aktivitas seismis dari gunung berapi Taal yang aktif membuat Manila menjadi area yang tidak stabil.
Kota ini memiliki tingkat penurunan tanah yang cepat, yakni 4 inci per tahun atau lebih tinggi dari rata-rata kenaikan permukaan air laut global per tahun. Masalah lainnya adalah kerusakan hutan mangrove di Manila di sepanjang Teluk Manila.
Pohon-pohon di hutan tersebut selama ini menjadi penghadang erosi di Manila. Sejak memasuki abad ke-20, sebanyak 130.000 hektar hutan mangrove di sepanjang Teluk Manila telah ditebang.
Megalopolis Guangdong-Hong Kong-Makau
Area ini merupakan daerah urban terbesar di dunia. Diperkirakan populasinya mencapai 86,9 juta orang pada tahun 2024. Keseluruhan area urbannya terkonsentrasi di antara Delta Sungai Mutiara dekat Laut China Selatan.
Delta Sungai Mutiara diperkirakan akan mengalami kenaikan permukaan air laut setinggi 5 kaki dalam 100 tahun mendatang. Dengan tingkat tersebut, tidak menutup kemungkinan area ini akan tenggelam di masa depan.
Dhaka, Bangladesh
Dhaka, ibu kota Bangladesh, adalah kota dengan populasi terbesar yang diperkirakan mencapai 23,9 juta orang pada tahun 2024. PBB menempatkan Bangladesh dalam daftar ’10 Besar’ negara yang paling terdampak bencana alam.
Seiring perubahan iklim yang semakin parah, frekuensi dan intensitas banjir di negara tersebut juga semakin mengkhawatirkan. Secara spesifik, Dhaka mengalami penurunan tanah sebanyak setengah inci per tahun.
Kolkata, India
Kota terbesar ketiga di India ini diperkirakan memiliki populasi 15,6 juta orang pada tahun 2024. Selain ancaman peningkatan permukaan air laut, Kolkata diprediksi akan tenggelam karena ekstraksi air tanah yang berlebihan.
Banjir juga menjadi bencana rutin di Kolkata. Pada tahun 2024, banjir di Bengal Barat di Kolkata berdampak pada 250.000 orang. Jika bencana banjir ini semakin sering terjadi dengan intensitas parah, lebih dari 10 juta orang terancam harus mengungsi.
Alexandria, Mesir
Kota terbesar kedua di Mesir ini diperkirakan memiliki populasi 5,7 juta orang pada tahun 2024. Hingga saat ini, Alexandria menjadi salah satu hub penting untuk perdagangan transbenua, terutama dalam pengapalan minyak.
Kota ini berfungsi sebagai salah satu terminal Pipa SUMED, pipa minyak antara Laut Merah dan Mediterania yang digunakan untuk mengirim minyak mentah dan gas alam dari Jazirah Arab ke Eropa.
Sayangnya, dampak negatif dari penggunaan bahan bakar fosil tersebut adalah pencairan es gletser. Panel iklim PBB memperkirakan sebanyak 30% kota tersebut dapat terendam air pada tahun 2050, yang akan menyebabkan setidaknya 1,5 juta orang mengungsi.
Banjir juga dapat meluas hingga sebagian besar Delta Nil, menghancurkan salah satu tempat lahirnya peradaban.
Miami, Florida
Lebih dari setengah area Miami-Dade County hanya bertengger pada ketinggian 6 kaki di atas permukaan laut. Sebanyak 60% di antaranya terancam tenggelam pada tahun 2060 mendatang.
Situasi di Miami semakin parah dengan banyaknya pembangunan gedung-gedung mewah di area pesisir. PANGKEP NEWS mengatakan pada skenario terburuk, tenggelamnya Miami akan menjadi bencana alam terburuk sepanjang sejarah dari segi kerusakan ekonomi.
Lagos, Nigeria
Lagos adalah kota terbesar di Afrika dengan populasi sebanyak 16,5 juta orang pada tahun 2024. Bencana banjir sering melanda Lagos pada musim panas, sehingga berdampak pada kerugian ekonomi sebesar miliaran dolar AS per tahun.
Saat ini, area tersebut mengalami penurunan tanah lebih dari 3 inci per tahun.
Demikianlah 10 kota besar berpenduduk padat di berbagai belahan dunia yang diprediksi akan tenggelam di masa depan. Semoga informasi ini dapat membantu kita semua untuk mengurangi potensi bencana tersebut dengan menjaga lingkungan!