Smelter Nikel di Sulawesi Terhenti, Ini Daftar yang Terdampak
Jakarta, PANGKEP NEWS — Sebanyak empat perusahaan smelter nikel di Sulawesi baru-baru ini menghentikan operasinya. Situasi ini terjadi akibat melemahnya harga nikel yang disebabkan oleh kondisi oversupply.
Djoko Widajatno, selaku Dewan Penasihat Pertambangan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), mengungkapkan bahwa salah satu dari keempat smelter tersebut adalah PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) yang berlokasi di Kawasan Industri Bantaeng, Sulawesi Selatan. Perusahaan ini resmi menghentikan kegiatan produksinya sejak 15 Juli 2025.
“Kapan tepatnya dan berapa banyak pekerja yang terkena dampak? Per 15 Juli 2025, kegiatan operasi HNAI dihentikan tanpa batas waktu yang jelas,” ujar Djoko kepada PANGKEP NEWS, dikutip Minggu (3/8/2025).
Menurut Djoko, Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) melaporkan bahwa sebanyak 1.200 pekerja terkena dampaknya akibat penghentian operasi HNAI beserta tiga anak perusahaannya. Antara lain PT H Wuzhou, PT H Yatai, dan PT H Yatai II.
“Sejak 1 Juli 2025, 350 pekerja telah dirumahkan tanpa pemberitahuan resmi dan sisanya menerima memo sejak 15 Juli 2025. Proses penundaan atau ‘break’ ini sudah terjadi sejak akhir 2024 hingga pertengahan tahun,” jelasnya.
Djoko menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bantaeng telah mengonfirmasi penghentian operasi HNAI dan para karyawan diminta menunggu kejelasan nasib mereka tanpa batas waktu yang ditentukan.
Namun demikian, manajemen HNAI menolak tuduhan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Mereka menganggap berita tersebut sebagai hoaks dan menyatakan siap mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan.
Djoko memerinci, setidaknya ada empat smelter nikel di Indonesia yang telah menghentikan kegiatan operasionalnya, berikut daftar lengkapnya:
- PT GNI (Gunbuster Nickel Industry), penghentian produksi terutama disebabkan oleh harga yang rendah, konflik sosial, dan biaya listrik yang tinggi.
- PT HNAI (Huadi Nickel Alloy Indonesia), penghentian produksi karena penurunan harga nikel dan permintaan yang stagnan.
- PT ITSS (Indonesia Tsingshan Stainless Steel), penghentian produksi dipicu oleh tekanan oversupply dan tekanan pasar baja.
- PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry), penghentian produksi untuk efisiensi kapasitas dan transisi ke HPAL, sehingga keuntungan perusahaan menurun dan menyebabkan penghentian sebagian line production.