OJK Evaluasi Aturan Universal Banking untuk Memperluas Bisnis di Pasar Modal
Jakarta, PANGKEP NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang dalam proses mengevaluasi penerapan kebijakan universal banking. Langkah ini diambil untuk memperkuat pasar modal di Indonesia.
Universal banking merupakan model di mana satu lembaga keuangan dapat menawarkan berbagai layanan keuangan, mulai dari perbankan komersial seperti tabungan, giro, kredit, hingga perbankan investasi seperti underwriting, penjaminan emisi, dan advisory, serta layanan non-bank seperti asuransi, pengelolaan aset, dan sekuritas.
Beberapa bank besar yang menerapkan konsep ini antara lain HSBC Holdings plc, Citigroup Inc, dan Deutsche Bank AG.
Di Indonesia, penerapan universal banking belum sepenuhnya diadopsi seperti di Eropa. Regulasi yang ada, termasuk UU Perbankan dan peraturan dari OJK/BI, membatasi aktivitas bank pada usaha tertentu dan mengharuskan pemisahan entitas untuk layanan non-perbankan.
Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan bahwa pihaknya sedang menyusun regulasi terkait hal ini, bekerja sama dengan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae.
“Salah satu hal yang menarik adalah pengkajian yang sedang dilakukan terkait kemungkinan universal banking,” ujar Mahendra saat acara Pembukaan Perdagangan dalam rangka 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, di Jakarta, Senin, (11/8/2025).
Pada kesempatan tersebut, Mahendra juga menegaskan bahwa pasar modal Indonesia memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Meskipun pada kuartal kedua tahun ini Indonesia menghadapi tekanan berat, pasar modal tetap menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang baik.
“Ini menjadi bukti bahwa infrastruktur pasar modal kita semakin kuat dalam menghadapi gejolak eksternal dan menunjukkan komitmen kita dalam menjaga stabilitas dan kepastian meskipun kondisi eksternal semakin menantang,” kata Mahendra.
Hingga Jumat, 8 Agustus 2025, IHSG ditutup di posisi 7.533,39, menunjukkan peningkatan 6,41% year to date dengan kapitalisasi pasar meningkat sebesar 9,88% menjadi Rp13.555 juta. Sementara itu, pasar surat utang juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 421,81, meningkat sebesar 7,42 persen.
Aktivitas penggalangan dana dari pasar modal telah mencapai Rp144,78 triliun dengan 16 emiten baru dan masih ada 13 perusahaan dalam pipeline penawaran umum dengan nilai indikatif Rp16,65 triliun.
(fsd/fsd)