Jakarta, PANGKEP NEWS
Subsidi untuk kendaraan motor listrik belum juga ada kejelasan meskipun Semester I tahun 2025 baru saja berakhir kemarin. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, menyatakan bahwa telah mulai terjadi dampak pemutusan hubungan kerja di pabrik-pabrik terkait.
‘PHK sudah mulai terjadi, saya kurang tahu apakah mereka hanya dirumahkan atau benar-benar di-PHK. Pengurangan pegawai memang sudah ada karena kapasitas produksi berkurang dan gaji yang besar, jadi salah satu strategi bertahan adalah dengan mengurangi jumlah pegawai,’ ungkapnya kepada PANGKEP NEWS, Selasa (1/7/2025).
PHK yang terjadi di sektor motor listrik disebabkan oleh ketidakpastian pemerintah dalam merilis subsidi motor listrik. Kelanjutan subsidi tersebut masih belum jelas, meski tahun lalu ada potongan harga besar hingga Rp 7 juta per unit.
‘Penjualan kini hanya bisa mencapai 20% atau 30% dari yang sebelumnya, bervariasi di masing-masing pabrik. Ada penurunan hingga 70-80%,’ kata Budi.
Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan tahun lalu, di mana setiap pabrikan bisa menjual hingga ribuan unit.
‘Saya bertanya pada industri, penjualan saat ini hanya sekitar 300 unit per bulan, padahal dulu bisa mencapai ribuan,’ tambahnya.
Budi pun berharap pemerintah segera mengambil keputusan mengenai kelanjutan subsidi ini agar masalah tidak terus berlarut-larut.
‘Kami dari asosiasi meminta dan berharap subsidi ini tetap ada, permasalahan ini sudah kami sampaikan ke semua kementerian,’ tutup Budi.