Jakarta, PANGKEP NEWS
Hubungan antara NATO dan Rusia kembali memanas. Seorang petinggi NATO memperingatkan adanya kemungkinan pengambilalihan wilayah Kaliningrad, yang merupakan bagian dari Rusia, jika aksi militer Moskow terus berlanjut.
Jenderal Christopher Donahue, yang memimpin Angkatan Darat Amerika Serikat untuk Eropa dan Afrika, menyatakan bahwa pasukan NATO dapat mengambil alih Kaliningrad “dalam rentang waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya” jika diperlukan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi perdana LandEuro, yang menjadi ajang peluncuran strategi pertahanan baru NATO untuk kawasan Eropa Timur.
“Kami memahami apa yang perlu kami kembangkan dan kasus penggunaan yang kami rancang adalah penangkalan dari darat,” ungkap Donahue, seperti dilaporkan oleh PANGKEP NEWS pada Senin (21/7/2025). “Anda sekarang dapat menghancurkan sistem A2AD [anti-akses, penolakan wilayah udara] dari darat. Anda juga dapat menguasai laut dari darat. Semua hal ini sudah kita saksikan terjadi di Ukraina.”
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran NATO yang terus meningkat terhadap niat Presiden Vladimir Putin di tengah konflik Rusia-Ukraina yang masih berlanjut. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bahkan memperingatkan bahwa jika Putin tidak dihentikan, agresi dapat meluas ke wilayah negara anggota NATO.
Strategi baru yang dikenal sebagai Eastern Flank Deterrence Line menekankan pentingnya interoperabilitas sekutu, penguatan pasukan darat, serta kemampuan mobilisasi dan digitalisasi yang cepat. Rencana ini bertujuan mengubah posisi NATO dari pasif menjadi siap tempur untuk mencegah atau menggagalkan upaya Rusia merebut wilayah di Eropa.
Kaliningrad sendiri adalah eksklave Rusia yang memiliki tingkat militerisasi tinggi, terletak di antara Polandia dan Lithuania, dua negara anggota NATO. Sejak era pasca-Soviet, wilayah ini menjadi pos strategis Rusia di tengah Eropa, dan bahkan dilaporkan menjadi tempat penyimpanan rudal dengan kemampuan nuklir.
Namun, peringatan NATO ini tidak berlalu begitu saja tanpa tanggapan dari Moskow. Leonid Slutsky, Ketua Komite Urusan Luar Negeri parlemen Rusia, menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Kaliningrad akan dianggap sebagai serangan langsung terhadap Rusia.
“Serangan terhadap wilayah Kaliningrad sama dengan serangan terhadap Rusia,” kata Slutsky seperti dilaporkan oleh kantor berita pemerintah TASS. Ia menambahkan bahwa tindakan semacam itu bisa memicu “pembalasan yang setimpal, termasuk penggunaan senjata nuklir”.
Ketegangan ini muncul bersamaan dengan peringatan yang sering disampaikan oleh intelijen dan pertahanan negara-negara Barat bahwa Rusia dapat mengancam wilayah NATO secara langsung dalam lima tahun ke depan. Dokumen Tinjauan Strategis Nasional Prancis bahkan menggambarkan Rusia sebagai “ancaman paling langsung” terhadap stabilitas Eropa.
Presiden Zelensky juga memperingatkan, “Jika kita tidak bertindak tegas, [Putin] akan terus maju. Dengan mempertimbangkan semua ini, saya yakin ini bisa memicu perang dunia.”