Pemerintah Mencari Pengganti Zarubezhneft di Blok Migas Natuna
Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya mempercepat proses divestasi perusahaan minyak dan gas bumi Rusia, Zarubezhneft, di Blok Tuna yang terletak di Laut Natuna Utara.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pencarian pengganti perusahaan Rusia di Blok Tuna masih berlanjut. Zarubezhneft saat ini berdialog dengan operator Blok Tuna, Harbour Energy, dalam usaha mencari mitra baru.
“Negosiasi salah satu pihak masih berjalan, dan hasilnya nanti akan dilaporkan kepada Pak Menteri. Kemudian, Pak Menteri akan membuat keputusan agar blok ini segera dapat dikelola,” jelasnya pada acara The 49th IPA Convention and Exhibition di ICE BSD, Tangerang Selatan, dikutip Rabu (21/5/2025).
Djoko menargetkan penyelesaian divestasi Zarubezhneft di Blok Tuna bisa selesai bulan depan, sehingga proyek tersebut dapat segera dimulai.
“Targetnya bulan ini, paling lambat bulan depan, sudah ada keputusan mengenai siapa yang akan mengerjakan dan dengan siapa kerjasamanya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa pencarian operator pengganti Zarubezhneft di Blok Tuna yang berada di perbatasan Indonesia-Vietnam masih berlangsung.
Koordinator Pokja Pengembangan WK Migas Konvensional, Maruf Affandi, menyatakan bahwa saat ini Harbour Energy sebagai operator Blok Tuna sedang mencari mitra baru melalui pembukaan data room. Beberapa calon mitra, baik dari perusahaan lokal maupun internasional, menunjukkan ketertarikan untuk menggantikan Zarubezhneft.
“Proses ini terus berlangsung. Kami memperbarui beberapa calon mitra yang ingin bergabung, baik dari perusahaan dalam negeri maupun luar negeri,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (16/1/2024).
Diketahui bahwa Blok Tuna dioperatori oleh Harbour Energy dari Inggris melalui Premier Oil Tuna B.V. Sementara itu, Zarubezhneft, perusahaan migas milik pemerintah Rusia, memiliki hak partisipasi 50% di Blok Tuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd.
Ia berharap proses transfer hak partisipasi Zarubezhneft di Blok Tuna dapat selesai pertengahan tahun ini sehingga wilayah yang kaya gas tersebut dapat segera berproduksi.
“Berharap pertengahan tahun ini sudah bisa ditunjuk pengganti perusahaan Rusia tersebut,” ujarnya.