Penerimaan Negara dari Minyak dan Batu Bara Tembus Rp117 Triliun di Semester Pertama 2025
Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Energi dan Sumber Daya Mineral hingga pertengahan 2025 telah mencapai angka Rp 117,11 triliun.
Angka tersebut mewakili sekitar 46% dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp 254 triliun.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebutkan bahwa untuk sektor mineral dan batu bara (minerba), hingga Juni 2025, penerimaan telah mencapai Rp 68,3 triliun atau 54% dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 126,48 triliun.
Bahlil mengungkapkan, pencapaian ini dipengaruhi oleh penurunan harga batu bara yang terjadi seiring dengan fluktuasi pasar global.
“Sampai akhir Juni, pasar global memang sedang tidak stabil. Sebagai informasi, hingga 30 Juni 2025, realisasi PNBP Minerba adalah Rp 68,3 triliun, sekitar 54% dari target Rp 126,48 triliun,” jelas Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Senin (14/7/2025).
Meskipun demikian, Bahlil tetap optimis bahwa target PNBP sektor minerba akan tercapai tahun ini, begitu pula dengan target PNBP secara keseluruhan.
“Insya Allah, target APBN untuk tahun 2025 bisa tercapai secara keseluruhan, meski tantangannya berat karena harga komoditas yang berfluktuasi,” ungkap Bahlil.
Dia menguraikan bahwa pada 2024, PNBP sektor ESDM tercatat sebesar Rp 269,65 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 238,39 triliun.
Rinciannya adalah PNBP sektor migas sebesar Rp 110,92 triliun, minerba Rp 113,54 triliun, panas bumi Rp 2,84 triliun, dan lainnya Rp 15,44 triliun.
(wia)
[Gambas:Video PANGKEP NEWS]
Bahlil Teken Aturan Baru, Mulai 1 Maret Ekspor Batu Bara Pakai HBA