Jakarta, PANGKEP NEWS – Pengusaha Arab Ternama Ternyata Agen Israel
Seorang pria yang dikenal luas sebagai pengusaha Arab ternama ternyata adalah agen rahasia Israel (Mossad). Identitasnya terungkap setelah dia membocorkan rahasia militer Suriah dan kemudian dijatuhi hukuman mati di depan umum.
Informasi yang disampaikannya kepada Israel berperan penting dalam kekalahan negara-negara Arab dalam perang. Sosok di balik penyamaran ini adalah Eli Cohen yang dikenal dengan nama samaran Kamel Amin Thaabet.
Cohen dibesarkan di Mesir, namun pada tahun 1954, ia pindah ke Israel setelah direkrut sebagai agen intelijen Mossad. Tugasnya adalah menyusup ke Suriah sebagai pengusaha tekstil. Di sinilah, Cohen memperkenalkan dirinya sebagai Kamel.
Menyusup ke Suriah
Dalam buku Our Man in Damascus, Elie Cohn (1971), langkah awal Kamel untuk masuk ke Suriah adalah melalui atase militer Suriah di Argentina, Jenderal Amin al-Hafez.
Kamel menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Suriah. Sebagai pengusaha kaya, dia mengklaim ingin membantu membangun kampung halaman. Situasi di Suriah yang buruk dengan korupsi merajalela, membuat hati al-Hafez tergerak. Dia memperkenalkan Kamel sebagai pengusaha baik hati kepada rekan-rekannya.
Jaringan Kamel yang awalnya sempit kemudian meluas hingga mencakup tokoh-tokoh berpengaruh di lingkaran kekuasaan militer. Melalui koneksi ini, Kamel berhasil menjadi salah satu pengusaha terkenal di Suriah.
Terciduk
Pada tahun 1963, sahabat yang membawa Kamel ke Suriah, yaitu Amin al-Hafez, telah menjadi presiden. Al-Hafez sangat mempercayai Kamel sebagai pengusaha yang akan membantu membangun Suriah.
Kamel sering diajak ke lokasi-lokasi strategis dan rahasia. Di titik ini, dia mengetahui tempat rahasia militer, jumlah pasukan dan persenjataan, serta rencana militer Suriah melawan Israel.
Semua informasi ini dikirimkan ke Israel melalui kode morse pada malam hari, selama lebih dari tiga tahun. Kepercayaan Presiden Suriah kepada Kamel semakin besar, hingga ia ditawari posisi sebagai Wakil Menteri Pertahanan Suriah. Dalam buku Our Man in Damascus, Elie Cohn disebutkan, Kamel sempat ragu dan takut saat mendapat tawaran ini.
Setelah berkomunikasi dengan Mossad, Kamel memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Namun, sebelum dilantik, Kamel melakukan kesalahan fatal.
Pada malam hari di tahun 1965, Kamel tertangkap saat mengirim kode morse oleh militer Suriah. Mereka yang sedang menyelidiki informasi tentang mata-mata yang membocorkan rahasia negara, terkejut menemukan Kamel sebagai sosok tersebut.
Presiden al-Hafez marah besar. Akibat spionase Eli Cohen alias Kamel, Suriah harus menanggung kekalahan dalam pertempuran melawan Israel.
Kamel ditangkap dan disiksa setiap hari. Orang-orang Suriah yang dekat dengannya juga ditindak. Hidupnya berakhir pada 18 Mei 1965 ketika dia dihukum gantung di depan publik. Mayatnya dibuang dan tak pernah kembali ke Israel. Meski sudah wafat, informasi rahasia telah terlanjur bocor.
Karena aksi Kamel, Israel dapat mengetahui lokasi rahasia militer selama dua tahun berikutnya, terutama saat Perang Enam Hari pada Juni 1967. Kebocoran informasi ini yang membuat Israel menang meski berhadapan dengan negara-negara Arab.